catatan perjalanan kehidupan yang sedang dipersiapkan untuk sebuah pertemuan yang indah kelak ^^
Sabtu, 10 Desember 2011
Princess Online Shop
Ingin ini itu
Sekaligus juga pengen lebih banyak nulis,
Banyak hal yg udah dipikirkan
Dan banyak juga yang udah ditulis,
Tapi entahlah kok ga jadi2..
Hhahahaha..
Eh akhir2 ini belajar konsisten sih..
Harus sungguh2 mengerjakan apa yg kita rencanakan dengan setia,
gak boleh terlalu Fleksibel.. Seperlunya aja..
Semangat2..
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kamis, 08 Desember 2011
lagu, pohon.. what a blessing :)
lagunya Frontline Generation, albumnya aku beli pas mrk melayani di ibdh pemuda wktu aku masih di sby..
waktu itu inget banget pesan yang mereka sampaikan: konsisten. jadi anak muda kita mesti konsisten. jangan hari ini semangat melayani Tuhan, besok mundur, besok maju, berubah2 gitu.. akhir2 ini jadi teringat lagi.. gimana mengerjakan visi yang Tuhan kasih dengan setia, dan konsisten dlm proses.. bukan cuman semangatnya saja tapi juga aksi2nya.. hehe.. lagunya ga ngomong ttg konsisten sih, tp tetap aja merasuk sampai kedalaman jiwa, ingetin kalo hidup ini yg paling berharga tuh ya Tuhan sendiri, dan mengenal Dia.. thanks God banget. pas juga akhir2 ini diingetin ttg jadi seperti pohon, pohon yang tumbuh tinggi, (dekat dengan Tuhan/kenal Tuhan) supaya juga ikut berguna bagi sekitar krn meneduhkan, mencegah erosi dlsb (org yg kenal Tuhan gak mungkin hidup bagi diri sendiri) yah begitulah.. :D semangaaaaaatttt....
moga memberkati ya..:D
Membawa Sembahku
Ku dambakan hadirMu selalu
Di dalam hidupku
Ku kagumi kasihMu tertuliskan nyata
Di dalam hatiku
Heranlah karyaMu
Ajaiblah perbuatanMu
Ku kan memuji tinggikan namaMu
Yesus Engkau layak menerima
Segala pujian
Dan hormat syukur.
Kaulah sahabatku
Penopang hidupku
Ku bawa diriku
Membawa sembahku
ini linknya http://www.youtube.com/watch?v=Ge9iS-9jaYs
Mengenal-Mu yang Mulia
Ku bawa pujian dan syukurku
Dengan segenap Jiwa dan ragaku
Ku hidup tuk menyenangkanMu
Dalam setiap langkah hidupku
Kutertegun akan kasihMu
anugerahMu yang selamatkanku
kini ku bawa hidupku
di hadapanMu YesusKu
tiada yang lebih berharga selain
mengenalMu yang Mulia
kini ku angkat-angkat hatiku
kau yang terbaik bagiku
tiada yang lebih mulia selain
hanya kau yang ku damba
selamanya.....
http://www.youtube.com/watch?v=Z6YPZkN6kkQ&feature=related
Selasa, 19 April 2011
Perempuan dan Biola Putih
Perempuan itu sedang memegang sebuah biola berbahan kayu dan bercat putih. Tidak seperti biola pada umumnya yang berwarna kecoklatan dengan lapisan yang mengkilap, yang ini terlihat biasa saja. Perempuan itu seperti sedang menunggu anak laki-lakinya yang sedang berlatih di tempat itu.
Saya duduk disampingnya.
Tidak lama setelah itu, perempuan itu berdiri, hendak meninggalkan tempat duduknya. "Bolehkah saya meminjam biola itu?" Tanya saya. "Ya, silakan." Kata perempuan itu, sedikit cuek.
Saya selalu senang mendengar suara alat musik gesek yang satu ini. Apalagi dipadukan dengan berbagai alat musik yang lain. Entah piano, gitar, bahkan full band seperti yang saya temukan di grup musik Bond, semuanya adalah kesukaan saya. Walaupun demikian, saya tidak pernah bisa dan belum pernah menyentuh biola sekalipun. Hiks. Jadi jangan berpikir bahwa saya bisa memainkan alat musik ini..
Kekaguman saya pada alat musik ini membuat saya juga ikut mengagumi orang-orang yang bisa bermain biola. Saya belum pernah memainkan alat ini, sehingga saya begitu penasaran bagaimana rasanya menyentuh alat ini, memainkannya dan mendengar bunyinya di tangan saya.
Perempuan itu melihat saya meraih biola berwarna putih tersebut. Saya mulai menaruh badan alat musik tersebut di pundak saya, dan tangan saya yang satunya mulai memainkannya…
Tiba-tiba terdengar serangkaian nada yang keluar. Hati saya begitu berdebar-debar. Antara senang dan bingung. Senang karena saya bisa menyentuh biola tersebut, bingung karena saya yang tidak pernah memegang biola tiba-tiba bisa memainkan nada-nada yang tidak kacau. Setidaknya, nada-nada itu terdengar indah di telinga saya. Entah bagaimana di telinganya. :P
Tidak berlama-lama lagi, saya berhenti memainkan nada-nada yang singkat itu dan segera meletakkan biola tersebut. Hati saya masih berdebar-debar. Saya melihat perempuan itu tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Terima kasih," kata saya.
Berusaha untuk tidak terlihat gugup, saya kemudian bertanya,
"Berapa harga biola ini?"
"Lima belas juta," katanya tegas.
"HAH?? Wah tentu mahal sekali.." ganti berdebar, saya malah kaget. Ditambah ada sedikit kekecewaan di nada saya. Menyadari bahwa harga alat musik yang keren tersebut ternyata sangat jauhh dari jangkauan saya.
"Kalau kamu mau, ambil saja," katanya. Tanpa senyum, tanpa melihat ke mata saya.
Saya ternganga. "Benarkah?" saya tidak peduli dengan apa pun ekspresinya. Saya hanya ingin memastikan bahwa apa yang saya dengar barusan tidak salah. "Benarkah Anda memberikan ini buat saya?"
"Ya, ambil saja. Tapi kamu harus membeli tas untuk penyimpanannya sendiri ya, harganya sekitar Rp 250.000. Saya tidak memilikinya." Katanya sambil menyerahkan biola tersebut kepada saya.
Saya masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi pada saya. Sebuah alat musik yang saya idamkan. Ditambah lagi harganya yang belasan juta yang tidak mungkin dan mampu saya keluarkan hanya untuk memperoleh alat musik ini. Hati saya tiba-tiba penuh dengan ucapan syukur. "Terima kasih" kata saya penuh haru. Saya mengimpikan untuk memiliki alat ini dan bila saya mendapatnya sekarang, tentu saya akan berlatih dengan baik!
Dengan perasaan gembira, saya segera berlalu dari hadapannya, menemui ibu saya dan menceritakan hal ini. Ibu saya terharu dan hampir menangis. "Kamu tidak boleh hanya membeli tas penyimpan biola itu saja, ini ambilah uang ini dan berikan kepadanya," katanya. Saya menerima uang tersebut dan kembali menemui perempuan tadi.
"Anak saya tidak suka bermain biola. Dan saya melihatmu menyukainya. Jadi ambil saja." Kata perempuan itu. Saya berharap dan memastikan diri saya bahwa ini bukan mimpi. Seorang perempuan yang murah hati yang tidak saya kenal memberikan saya sebuah biola yang sangat bernilai. Tanpa mengharapkan apapun dari saya. Hanya karena saya terlihat menyukai biola tersebut dan *mungkin* tidak sanggup membelinya. Apapun alasannya. Saya sangat bersyukur karena biola tersebut sekarang berada di tangan saya.
Tiba-tiba dalam hati saya yang bersemangat itu, muncul pengertian yang mengingatkan saya akan talenta-talenta yang telah Tuhan berikan. Saya tidak pernah sanggup untuk "membelinya" karena semuanya adalah pemberian. Biola yang berharga 15 juta yang diberikan kepada saya membuat saya otomatis berjanji dalam hati untuk tidak menyia-nyiakan pemberian yang berharga ini. Saya harus berlatih. Bagaimana dengan talenta saya? Harganya JAUH LEBIH TINGGI dari pemberian apapun yang ada di dunia ini. Apa yang saya lakukan dengan pemberian tersebut adalah cara saya menghargai talenta saya.
Kemudian, dalam sekejap saja, saya perlahan-lahan terasa sedang membuka mata saya. Saya melihat jam dinding saya. Saya berada di kamar saya.
Ternyata saya hanya bermimpi. T.T
==================
Hari ini saya merenungkannya kembali. Selain tentang talenta, saya teringat dengan pengorbanan Tuhan Yesus bagi saya. Keselamatan yang tidak akan pernah dapat saya peroleh dengan apapun juga, selain menerima dan beriman kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Keselamatan yang Dia berikan saya sangat mahal harganya.
Harap mengerti. Saya tidak sedang menghubungkan setiap detil yang terjadi dalam kejadian di mimpi saya terhadap keselamatan. Poin saya pada semangat saya untuk tidak menyia-nyiakan pemberian yang sangat berharga itu, pada saat itu. Untuk sebuah biola saja bisa timbul perasaan seperti itu, bagaimana dengan keselamatan yang telah Tuhan berikan. Apakah yang saya lakukan. Bila saya telah mempercayai bahwa saya telah menerima keselamatan yang diberikan Tuhan, tentu seharusnya saya tidak menyia-nyiakan kekuatan dalam kasih karunia itu dalam hidup saya sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan-Nya kepada saya.
Mimpi yang sangat indah. Biola putih yang begitu berharga, dan nada-nada yang indah telah berlalu. Tapi pengertian tersebut tetap mengalun dengan indah di dalam hati. Hari ini saya ingin memperdengarkan "nada-nada" indah dari biola putih tersebut. Walaupun hanya melalui tulisan. Namun, semoga bisa didengarkan oleh semua orang yang mengasihi Allah.
Selamat menyongsong dan merayakan Paskah.
" Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib." 2 Pet 1:3
"Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." 2 Pet 3:18
Tetap semangat dlm perjalanan imanmu ya! :D
