catatan perjalanan kehidupan yang sedang dipersiapkan untuk sebuah pertemuan yang indah kelak ^^
Sabtu, 14 September 2013
Berjuang - Menyerah
akhirnya.
:P
lama banget ga ngeblog ya ampun. haha.
anyway.
besok saya berumur seperempat abad.
dan kalo melihat rentetan kejadian sampai hari ini,
terutama akhir-akhir ini
aku cuman bisa bilang kalo
semua karena kasih karunia TUhan.
eh itu kata2 yang biasa diucapkan kan yah.
bagiku sekarang ini:
semua karena Tuhan lebih dahulu mengasihi.
kupikir itu tepat menggambarkan apa yang kualami selama ini.
bagaimana perjalananku naik turun lembah, keluar masuk gua. hehe..
kalo bukan karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihi,
aku tidak mungkin bisa berdiri dgn iman dan keadaanku sekarang ini.
masih ingat bagaimana aku menulis mau mengupdate blog setiap bulan?
alhasil nihil.
berbagai yang namanya komitmen, keinginan, target,
semuanya tidak ada.
bak tong kosong nyaring bunyinya, begitulah aku,
ada yg kosong sepertinya sehingga semua yg kuinginkan, kutargetkan tidak tercapai.
memalukan ya.
tidur pagi, bangun pagi. hasil kerja keras ku seperti tidak berbuah apa2.
hari ini aku diingatkan lagi lewat doa pergumulan bersama teman2 persekutuan gereja ku, plus apa yang akhir-akhir ini ku alami (sungguh terlalu susah dijelaskan apa yang kualami T_T hanya Tuhan yang tahu) akhirnya dalam perjalanan pulang tadi dari tempat kami berdoa aku diingatkan tentang berjuang dan menyerah.
berjuang. berjuang. berjuang.
itu yang selalu ku katakan. bagi aku ini yang adalah seorang plegma, melankolis, introvert, stabil cermat, kata "berjuang" adalah kata yang indah. memukau.
tapi kalo berjuang sambil menyerahkan hak itu beda lagi ceritanya.
berjuang saja itu sudah susah buat ku apalagi berjuang sambil embel2 yang lainnya. perlu tenaga ekstra utk memotivasi diriku, apalagi berjuang sambil bla bla.
selama tiga tahun di ambon aku diproses Tuhan untuk tidak bergantung pada manusia,
tidak bergantung pada mentor2, teman2, utk orang2 yang biasanya disampingku selama aku kuliah.
tiga tahun aku belajar memuaskan diri dengan apa yang ada padaku.
tiga tahun aku belajar mencari.
tiga tahun aku belajar berusaha mengeluarkan semua yang ada padaku untuk bertumbuh.
aku berusaha mencari segala cara untuk bertumbuh. dan terima kasih Tuhan atas setiap orang dan setiap hal yang Tuhan pakai dlm hidupku.
aku berjuang dan berjuang sampai akhirnya hari ini waktu aku melihat apa yang terjadi dlm hidupku akhir-akhir ini aku pun menyadari aku harus menyerah. menyerah. menyerah total.
aku tidak begitu suka kata2 berserah selama tiga tahun ini karena bagiku berserah lebih cenderung untuk membiarkan Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan untukku. sementara aku tahu aku harus berjuang bertanggung jawab melakuan apa yang harus aku lakukan. aku tahu itu benar.
tapi hari ini aku belajar berserah bukan supaya Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan untukku. tapi berserah supaya Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan melalui aku. jadi bukan lagi aku menanti perbuatan tanganNya bagiku, tapi MELALUI aku.
dan disitulah letaknya kehancuran hatiku.
perjuanganku.
sehingga bukan lagi menjadi perjuanganku.
tapi perjuangan KAMI.
ketika aku berjuang, dan aku menyerah.. maka ini bukan lagi tentang perjuanganku, tapi menjadi perjuangan ku dengan Tuhan. perjuangan KAMI. perjuangan KITA.
perjuangan bukan lagi menjadi sesuatu yang seharusnya berat dan mematikan ketika aku menyadari bahwa yang berjuang bersama2 dengan ku adalah Allah Anak yang berkarya melalui ku. bukankah karena itu Dia lahir ke dunia, merasakan penderitaan kita, mati dan dibangkitkan? supaya aku bisa mengenakan DIA didalam diri ku, sehingga bukan lagi aku yang hidup tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
berjuang. berjuang. berjuang. bukan lagi berjuang dengan menggunakan kekuatan sendiri, namun karena menyadari karena Tuhan lebih dahulu mengasihi, TUhan ada di dalamku sehingga aku berjuang bukan dengan caraku tapi dengan cara TUhan. bukan fanny yang berjuang, tapi bagaimana aku berjuang sambil menyerahkan hidupku agar Kristus yang memimpin aku. ini bukan perjuangan yang memanfaatkan Tuhan sebagai alat untuk memperoleh apa yang aku inginkan tapi benar2 perjuangan menyerahkan hak hidupku kepada Dia yang sudah mati buatku.
delapan tahun sudah aku menyerahkan hidupku buat Tuhan. dan di tahun ke delapan (new beginning) aku merasa harus benar2 menyerahkan hidupku bukan lagi untuk memperoleh apa yang kuinginkan, tapi membiarkan Tuhan memakai hidupku. membiarkan kehidupanNya yang benar2 nyata di dalam ku.
aku ini cuman orang berdosa yang diampuni dosanya. orang yang pernah mundur dan lari namun disambut kembali. orang yang pernah jatuh dan ingin mati tapi diberi harapan untuk hidup dan bangkit lagi. semua karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihi..
thanks for Your mercy and grace, Lord Jesus.
i have You in my life. and it's more than enough.
Senin, 24 September 2012
Birthday and Prayer
saya mau berbagi sedikit..:D
Tanggal 15 kemarin saya ulang tahun lhoo.. :D
setiap orang pasti merasakan kalo hari ulang tahunnya merupakan hari yang spesial.
itu pasti. tapi kali ini saya melewatinya dengan cara yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Satu.
Tanggal 15 September itu jatuh di hari Sabtu.
dan saya tidak mendapat ucapan selamat ulang tahun dari keluarga saya, kecuali adik saya. :D
masalah ? agak. sebenarnya berharap ada ucapan sedikit lah, tapi ternyata gak. ya sudah. jalani aja.
tapi yang bikin saya sedikit bersyukur karena diberi kesempatan untuk masak nasi goreng tanpa MSG. Tanpa MSG, jadinya saya gak pake tuh bumbu2 instan nasi goreng yang kami jual di toko. hari itu saya mencoba resep saya sendiri. alhasil? tak ada komentar sih enak apa gak, tapi saya percaya Papa saya fine2 saja. haha. oh ya hari itu Mama saya masih di Maluku Utara, jadi makanan kami seadanya saja. karena saya dan Papa saya berdua saja di rumah. :D
melayani di hari ulang tahun itu kesempatan yang indah lho,
apalagi melayani orang tua yang telah membesarkan kita! Istimewa! :D
gak perlu menuntut mereka harus melakukan sesuatu buat kita,
kitalah yang kudu melakukan sesuatu :D
dan jangan cuman sampai di hari yang spesial itu aja,
namun tiap hari :P hehe
Dua.
sebelum tidur saya sedikit termenung, kenapa keluarga saya begitu dingin dan kaku untuk hal ini.
khususnya antara saya dan papa saya untuk hal-hal begini.
kakak saya yang saksi yehuwa pun demikian, tidak ada kabar. Saya sih berharap andaikan ada satu sapaan saja buat saya di hari itu. ternyata tidak.
waktu saya memandangi layar hape saya, ada suara dalam hati saya yang berkata,
"kenapa gak kamu aja yang duluan?"
akhirnya saya mulai mengirim pesan teks buat kakak saya.
hanya ingin bilang bahwa saya bersyukur mempunyai kakak seperti dia sampai saya
sudah berumur 24 tahun.
hahaha. agak gimana juga ya, karena gak dapet ucapan trus jadinya bilang terima kasih duluan.:P
saya hanya ingin mengutarakan perasaan saya sekaligus menghormati dia yang tidak memberi ucapan kepada saya krn kepercayaannya. jadi seperti itulah. :D
hal serupa juga saya kirim untuk Mama saya.
saya berterima kasih kepadanya karena telah menyayangi saya selama 24 tahun ini. bla.bla.. dst. hehe.
saya juga mengirimkan pesan seperti itu untuk adik saya. tapi tidak ke papa saya.
saya mau percaya saja sekalipun dia tidak berkata apa-apa tentang ulang tahun saya.
saya tahu dia mengasihi saya. haha. saya sudah cukup dewasa untuk tidak down karena hal ini. ;)
di hari itu saya sadar, terkadang kita lebih menuntut orang-orang disekelilingi kita melakukan apa yang kita suka, tapi cobalah belajar untuk berterima kasih lebih dahulu untuk kehadiran mereka. tanpa mereka kita pun tidak bisa jadi seperti kita sekarang kan.
besoknya, saya dapat sms balasan dari kakak saya.
lega deh. :D
Tiga.
"tidaaaaakkk.. waktu saya di dunia ini makin sedikit!!! #histeris
sadar atau tidak umur kita setiap hari bertambah satu hari. dari perspektif lain, ternyata sehari demi sehari kita makin dekat sama hari kematian kita. aneh ya ngomong gini di hari ini. lah emang kenapa juga toh? HAHA.saya percaya kalo kita punya pandangan yang benar tentang kematian kita, maka cara kita memandang hidup pun jadi beda. kita tidak tahu kapan kematian menjemput kan, jadi jangan tunggu di hari ulang tahun baru mau bertobat dan memperbaharui komitmen. tidak perlu nunggu satu tahun baru bersyukur. bersyukurlah tiap hari. jangan tunggu smp hari ultah baru tanya "Apa yang Engkau ingin aku kerjakan, Tuhan?" tanyakan tiap hari. jangan tunggu smp hari ultah baru mau mengasihi keluarga, teman2, org2 disekitarmu, lakukanlah setiap hari. krn kita tdk tahu kapan kita mati.
jadi, hari ini bukan saya saja yang umurnya ditambah jadi genap 24, tapi umur Anda juga bertambah SATU HARI! jadi selamat ulang tahun "hari" yang ke.. *sebut saja sendiri* ^^ mari bersyukur setiap hari. Tuhan Yesus memberkati kita semua. semangaaatttt"
Empat.
Kamis, 15 Desember 2011
Run Over The Wall
ThanksGod..
Mulai sibuk dari bangun pagi,
Ngurusin desain yg harus dicetak, sambil jaga toko, sesekali bantu pegang mixer kue,
Ngurusin orderan baju dari org2,
Ngurusin keuangan HekaLeka,
Ke bank ini itu,
Ngeprint,
Transfer,
Nganter pesanan kue,
Jaga toko,
Dan mulai dimarah2i sm Papa,
Gak terlepas dari ulah adik yg sulit dimengerti.
Komplit sudah.
Para pria di rumah selalu deh kayak gini.
Mulai lah lontaran kalimat yg tidak menyenangkan.
Fiuh.
Saat itu saya punya pilihan, mengolah setiap kata itu menjadikannya tombak yg menusuk2 hati saya dan lalu membencinya, atau mengabaikannya sekalipun sakit rasanya.
Tak ada kata yg keluar utk membela diri.
Hadeeeuuhh..
Cmn merasa doang:
1. Gak pengen nikah sama cowok perfeksionist.
(Biasanya menuntut org sempurna, padahal ga sadar kalo dirinya sendiri juga kekurangan. +.+)
2. Apa mending gak usah nikah ya?
(Gak..gak.. Saya malah pengen cepet2 nikah supaya bisa praktek mendidik anak, apa kira2 saya bakal kayak papa saya yah? Wkwk)
3. Terpikir kalo ternyata sifatnya dia memang sama kayak saya. Dan ergh.. Saya tidak bangga apalagi senang kalo kami mirip. saya tidak suka sikap pandang enteng dan perfeksionist seperti itu. Tapi ya kok diingetin utk mengasihi org yg mirip saya.. +.+
4. Siap sedia memberitakan injil. Itu juga tentang bagaimana tetap siap mengasihi sekalipun diperlakukan dngan tidak menyenangkan.
5. Ini jadi tantangan buat saya utk kerja lebih giat. Udahlah gak usah ngurusin diri sendiri. Intinya melayani. Siang, malam, pagi. Siap aja. Kmrn baru aja bilang, "jangan sampe bb ku dibuang" haha.. Bener kan hari ini dia bilang hal yg sama. Haiya paa.. Andai kau mengerti dan bertanya apa yg kuperbuat dengan bb ini.. Fiuh.
6. Masih mirip poin 5, selama saya hidup utk Tuhan, dan mengejar apa yg Tuhan inginkan dlm hidup saya, saya harus siap bayar harga. Tidur lebih larut, krja lebih banyak. Tuhan tau lah. Pasti bisa bersama Dia.
7. Saya melakukannya. Berusaha utk tetap terjaga sampai sekarang jam setengah tiga pagi. Sekalian utk menulis juga. Hehee..
Mataku sudah berat.
Yah itu kira2 maksudku ttg run over the wall.
Aku bisa dibatasi ini itu, tapi aku gak akan menyerah. :D
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selasa, 13 Desember 2011
Anugerah-Mu
Tapi sejauh ini aku merasa bagaimana Tuhan memurnikan diriku utk mengerjakan visi yg telah Dia berikan padaku.. Sejak tahun 2008..
Aku ingat dulu bagaimana Dia bekerja di dalam kebodohan yg aku buat, Dia memberikanku pengampunan dan tanggungjawab. Bagiku itu sebuah anugerah krn masih dipercayakan mengerjakan visi tersebut.
Beberapa hari ini pun demikian. Walaupun efeknya besar. Tuhan tahu hatiku bagaimana perasaanku yg tertekan akhir-akhir ini... Sampai akhirnya aku hanya bisa bertanya sama Tuhan, "why, God"
Memang siiiihhh aku pernah dgr ada yg bilang, jgn tanya kenapa, percaya saja.. Tapi saat itu aku cuman pengen Dia menghiburku dgn memberitahu apa yg sedang Dia rencanakan/maksudNya buatku. Aku tdk mau memprotes apa yg telah terjadi. Aku bersyukur dan percaya bahwa Dia mendatangkan kebaikan. Hanya saja kmrn aku betul2 tidak mengerti mengapa semua harus terjadi..
Selang beberapa jam kemudian, saya bertemu teman lama di fb, akhirnya kita lanjut ngobrol via bbm. kita jarang ngobrol sbnrnya tapi sprtinya obrolan kita wktu itu bener2 lain dri biasanya. Obrolan ttg sekolah lanjut daan yah pokoknya ada hubungannya dgn visiku. Ada secercah harapan sebenarnya.
Karena itulah hatiku melonjak girang. Advice nya dia membuka pikiranku ttg visi yg sedang ingin kukerjakan. Yah walaupun dia tidak tahu apa yg sedang kugumulkan. Haha. Tapi senang banget..
Sorenya, tepatnya tadi, waktu aku sedang merenung2 masalah yg terjadi padaku ini, aku tiba2 merasa bahwa sekalipun ada banyak hal yg sedang meresahkanku, Tuhan sedang menunjukkan apa yg harus saya lakukan. Ya visi itu. Dia sepertinya ingin tetap aku ada dan berkarya sesuai dgn apa yg Dia inginkan. Yess, I will Lord.
Jadi itu kesimpulannya, sekalipun dlm masa kekurangan/kebodohan kita, Tuhan menunjukkan kasih setianya, dan anugerahNya benar2 nyata ketika Dia masih memberikan passion dan semangat utk mengerjakan visi yg Dia berikan.
Aku tahu bahwa, ketika aku dipilih utk melakukannya, aku hanya seorang Hamba.
Aku bersyukur skali!
Bagi teman2 yg sedang mencari visi, atau sedang mengalami tekanan karena visi, Tuhan tau dan mengerti. Bersyukurlah karena Dia masih mempercayakan hal itu bagi Anda. Bersyukurlah sekalipun mungkin anda dibuang manusia, Tuhan tidak pernah membuang anda, karena Dia mengasihi Anda sekalipun Anda penuh kekurangan. Tapi biarkan tanganNya yg memurnikan Anda utk menjadi seperti apa yg Dia inginkan.
God blesss
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sabtu, 10 Desember 2011
Ingin ini itu
Sekaligus juga pengen lebih banyak nulis,
Banyak hal yg udah dipikirkan
Dan banyak juga yang udah ditulis,
Tapi entahlah kok ga jadi2..
Hhahahaha..
Eh akhir2 ini belajar konsisten sih..
Harus sungguh2 mengerjakan apa yg kita rencanakan dengan setia,
gak boleh terlalu Fleksibel.. Seperlunya aja..
Semangat2..
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Senin, 21 Februari 2011
Tuhan Sanggup, Dia mengerti.
ok, lanjut. yg menarik itu waktu anak2 kecilnya dikejar oleh ular kobra. mereka semua akhirnya pada masuk ke lobang yg adalah rumah mrk sendiri.. sementara itu sang kakak yg mengetahui adanya bahaya kembali ke rumah tuk menyelamatkan para adik. tepat saat mereka akhirnya kejepit, gak bisa lari kemana2, dgn di depan mereka ada ular tersebut, sang kakak muncul dari belakang. *semua adegan disyuting di dlm lubang, dan ditambah musik2 yg mencekam, asli bikin deg2an!*.
akhirnyaaa. yaa akhirnyaaa.
berkat gigitan sang kakak, ular tersebut mau gak mau harus mencari jalan utk berbalik dan keluar dari lubang. para adik pun keluar entah dari lubang yg mana lagi.. fiuh.
tiba2. reinforcement dtg. yap. bala bantuan. keluarga makhluk ini pun berdatangan utk melakukan perlawanan terhadap sang ular demi melindungi anak2 tadi. akhirnya lagi. *rasae kok akhirnya terus deh* sang ular pergi. biasanya, kalo ular lain, mereka bakal pergi menjauh dr tempat tersebut. tapi si cobra yg satu ini? TIDAK. malah naik ke pohon dan menunggu disitu. seperti kata naratornya. "dia menunggu waktu yg tepat. kalau2 ada yg keluar dari kumpulannya".
nahh. aku tiba2 sadar sesuatu.
si hewan itu jadi mngsa ketika mereka gak bersama dgn rombongannya yg dewasa.
kata lainnya. mungkin paksa mandiri atau saking nyaman sampe lupa diri. dan gak sadar kalo ada musuh yg mengancam.
aku jadi teringat kehidupan rohaniku.
sadar gak sadar, tapi kenyataannya bgtu.. Firman Tuhan bilang, si iblis lagi mencari mangsa. dia lagi mengintai. menunggu waktu yg tepat saat kita lengah. contohnya wktu Tuhan Yesus dicobai. si iblis undur dan cari waktu yg tepat.
bagiku sih tentu saja ini bukan hanya masalah lengah rohani atau fisik.
tapi ketika kita gak punya komunitas yg membangun/melindungi kita.ya kayak si hewan yang dikejar ular tadi.
aku pribadi merasa sih. itu bener2 susah. bukan berarti kita mengandalkan komunitas. tapi tetap kerasa bedanya bila tidak memiliki orang2 yg secara intensif bisa kita ajak sharing dan saling menguatkan. minimal saudara2 seiman yang punya kerinduan untuk berbagi dan menguatkan. sewaktu gak ada bersama mereka, potensi utk diserang lebih tinggi dan termasuk kemampuan memulihkan diri yang harusnya lebih cepat malah menurun.
begitulah yg kurasakan akhir2 ini.
perbedaan waktu masih di surabaya.
tiap hari ketemu temen2 yg bisa saling menguatkan satu dgn yg lain. tanpa diceritakan, mereka cukup paham apa yg kurasakan. secara hidup bersama, kos, kuliah, organisasi, lalu ada KTB, komsel, pemuda, ibdh raya minggu. semua2nya.. sekalipun masih ada dalam kesibukan dan tekanan, tapi penyertaan Tuhan tetap terlihat sepanjang hari.lewat temen2.. apalagi kampus kristen seperti UK Petra. hehe..
kalo disini. gak ada lagi. that's why. aku udah kerasa ini bakal terjadi kalo aku pulang ke ambon. no more friends like them around me. makanya sedih amat di hari2 menjelang aku harus kembali ke ambon. hiks.
kesibukan yg melanda.
berbagai macam tekanan. pikiran dan emosi, jiwa dan hati. *haiyah*. rentetan berbagai kejadian penuh warna.
tak bisa diungkapkan lagi.
tak mampu kuceritakan lagi.
semuanya hanya berupa doa dan keluh kesah pada Tuhan sepanjang hari di hati dan malam di petiduran.
tak ada yg mengerti. tak ada yg sanggup. banyak hal yg harus diceritakan. banyak waktu yg terbuang dan kejepit waktu. *deskripsi yg susah ya hehe* utk membuat mereka mengerti. itu pun kalo mereka pada akhirnya mengerti. semuanya begitu terbatas.
bukan berarti gak punya temen2 disini. tapi orang2 yg kualitas hubungannya kuharapkan seperti yg di surabaya, belum ada. yah. karena orang2 disini belum lama kukenal. jadi maklumlah. dan kok ya kejepit waktu dan tempat juga. secara aku bisanya di rumah terus. ehehe..
*memang ya, relasi yg baik diuji oleh waktu :D termasuk persahabatan*
jad begitulah. setelah menyaksikan acara NatGeo itu, aku berpikir.
iblis tahu, tujuan Tuhan utk ku disini.
dia ingin menghancurkanku. dan ya, bila dia mau melakukan itu semaunya dia, aku pasti sudah hancur dr dulu. tp aku tahu Tuhan yg pegang kontrol atas semua yg terjadi. gak satu pun terjadi tanpa seizin Dia.*diingetkan ttg Ayub soalnya :D*
lalu kmrn itu ada hari ke dua aku melihat2 foto wisuda temen2ku.
perasaan haru muncul sekaligus sedih krn tidak bersama2 dgn mereka. mengetahui klo kita semua akan berpencar2, adalah alasan yg membuatku bersedih. sedih sekali. dulu aku ingat, dalam sebuah pelayanan kampus, kami bergandengan tangan erat. dan menyanyi utk Tuhan, menyatakan kerinduan kami utk menjadi berkat, menjadi alat yg berkenan untuk dipakai Tuhani. saat itu aku bergitu bersyukur. aku ada di UK Petra.
dan kmrn. aku tiba-tiba bersyukur. lagi.
punya banyak teman dlm melayani. berproses bersama. bukan sekedar teman2 utk senang2. tapi teman2 yg berproses bersama. gesekan memang terjadi disana sini. tp aku bersyukur utk karya Tuhan yg luar biasa itu. bekerja dlm kami yg biasa2 dan terbatas ini. saat itu. ya saat itu.
hari ini.
aku memang tidak bersama mereka.
jarak terbentang jauh
kata2 yg terbatas
sentuhan yg semu *poke2an tok haha*
tapi, apakah itu menghalangi kasih Allah? aku percaya, tidak.
hari ini aku menyadari kenapa Tuhan mengizinkannya..
disaat aku tak kunjung dimengerti
disaat aku tak mampu mengerti
Tuhanlah yg paling mengerti.
aku tahu. setiap kata yg terucap oleh mereka bukan ditujukan utk menghiburku. bukan ditujukan utk memberi pengharapan padaku. karena mereka tidak pernah mampu paham apa yg kurasakan. saat itu.
tapi,
Tuhan.
ya, Tuhan yang aku sembah. paham betul.
membawa mataku utk melihat.
menuntun kepalaku utk berpikir.
mengarahkan hatiku utk mendengar-Nya dan merasakan kasihNya.
melalui semuaaa yg diucapkan. apa saja yg terjadi di sekitar dan dunia maya mereka.
Tuhan membuktikan Dia eksis utk anak2Nya.
apakah aku berharap pada manusia?
mungkin ya, mungkin tidak. aku tahu aku tidak menuntut mereka utk mengerti keadaanku, dan tidak kecewa bila mereka tidak sanggup berbicara utk memuaskan hati dan jiwaku yg tertekan.
walaupun kadang membutuhkan mereka untuk mendengar keluh kesahku. kadang kusampaikan bersamaan dgn harapan, "semoga engkau bisa menolongku". tapi.. sekalipun berbicara lewat sms atau telpon, aku tahu mereka juga tidak mampu. sekalipun mereka ada yg telah berusaha dan memberikan nasihat, doa dan semangat, tetap tidak menjawab dgn utuh apa yang kuinginkan... semuanya masih terlihat sebagai potongan2.. *kuhargai kalian, thx :)* payahnya aku sendiripun tak sanggup berkata2 lagi.
tapi di saat itulah. Tuhan menyatakan diriNya, "Akulah yg menciptakanmu, Akulah yg mengerti dgn pasti akan dirimu."
saat aku mulai berharap pda Dia. kembali mempercayai Dia di masa kelamku yg sepertinya tak kunjung selesai, Dia membuktikan bahwa kasih setiaNya pun tak akan pernah habis. melampaui akal. melintasi ruang dan waktu. jarak dan tempat. sungguh tak berkesudahan.
aku tak pernah menyangka.
sekalipun aku berkata pd teman2ku bahwa "perpisahan membuat kita kuat" ternyata memang memberi kekuatan yg tak terbayangkan.
bila aku bersama kalian, aku tahu kalian memahamiku. dan Tuhan juga. tapi ketika aku tak bersama kalian, aku tahu kalian memang tak mampu memahami. tapi apakah itu mengurangi keindahan memiliki saudara seiman? tidak. malah sebaliknya...
iblis salah jika dia berpikir aku sendirian, kelihatan tak berkomunitas, hanya krn aku jauh dari kalian. Tuhan tahu. dan Dia mengizinkan semua yg tidak terjadi utk membuktikan bahwa Dia benar, dan iblis salah. :D
jarak bisa memisahkan kita. tapi hati kita selalu berpadu. ciyeh. soalnya sama2 melayani Tuhan, kan :D
dalam hal2 kecil yg kualami. ketika aku merasa bgtu sendiri. tiba2 datang orang-orang yg bertanya, "bgmn kabarmu". seakan Tuhan bilang, "Aku peduli". akhirnya aku sadar. setiap kata yg mereka ucapkan, Tuhanlah yg menerjemahkan semua itu sampai ke kedalaman hatiku. potongan2 kalimat yang disampaikan oleh kalian telah dirangkainya dalam hatiku menjadi sebuah pesan kehidupan untuk jiwaku.
Dia mengerti. dan jawabanNya tersedia. Dia yg luar biasa itu. memakai kamu, kamu, kamu, kamu sekalian, sadar atau tidak, telah jadi berkat dan pernyataan cintaNya Tuhan padaku.
mulailah dgn percaya padaNya. beranilah utk percaya dgn segenap hati dan logika semampu kita. kita tidak mempercayai harapan bahwa Tuhan baik. gak. Dia memang nyata. dan itu fakta bahwa Dia baik. waktu kita menyesuaikan pikiran dan kondisi kita untuk mempercaya pada pribadiNya, bagi Tuhan itu berharga. dan lihat bagaimana dia yg akan merubah pandanganmu terhadap masalah yg kau alami sekarang. sekalipun masalahmu belum kunjung selesai. tapi kasihNya yg tak pernah berakhir memberimu kekuatan, dan engkau akan semakin mengenalNya, dan masalahmu bukan lagi menjadi masalah. karena engkau olehNya telah dijadikan lebih dari pemenang.
karena pengenalan akan Dia dan hubungan dgnNya jauuh lebih berharga dari *bahkan* semua penyelesaian masalah yg ada. karena disitulah kita semua, dijadikan lebih naik lagi dengan cinta yg lebih dewasa bukan utk diri kita tapi utk melayaniNya lebih lagi..
Dan satu saat, kita akan mendatangi raksasa masalah kita dgn 5 buah batu dan katapel, krn Allah bersama kita, mengalahkan raksasa itu. yess! bagi Dia segala pujian dan kemuliaan!
yeaa.. komunitas. saudara2 seiman. dimana saja kalian berada. thanks utk facebook dan twitter juga blog. :D
aku bersyukur punya kalian. aku bersyukur pernah mengenal kalian. aku bersyukur kalian ada. aku bersyukur pada Tuhan yang memakai kalian. aku bersyukur untuk doa2 kalian, semangat, perhatian, pengalaman kalian, dan kemauan kalian dalam membagi..
hari ini aku diingatkan lagi.
sekalipun aku terlihat sendiri. aku tidak benar2 sendiri. aku punya Tuhan. dan aku tahu aku punya saudara2 seiman, yang mengasihi Tuhan. yang melayani Dia.
kalau aku mengandalkan dan berharap pada manusia, aku mendapatkan apa yang manusia sanggup lakukan. namun bila aku mengandalkan dan berharap pada Tuhan, aku mendapatkan apa yang tidak bisa dilakukan manusia. aku mendapatkan apa yang dapat dilakukan Tuhan. kerennya. Dia memakai manusia.
dan bila tulisan ini juga memberkati kalian yang membacanya dgn tidak sengaja, ketahuilah Tuhan begitu baik dan sangat mengasihimu. tetaplah berjuang dan setia. Dia mengerti.
Tuhan Yesus mengasihimu, kawan.
Senin, 18 Oktober 2010
Terigu-terigu yang siap dibagi..
Malam itu. Kami masih sibuk seperti biasa. Yaaahhh… biasalah, jaga toko.
Tapi yang tidak biasa pada hari itu adalah, sibuk tanpa orang tua.. Iyaahh.. soalnya mereka sedang pergi untuk menghadiri pernikahan temannya mereka..Akhirnya akuulaahh.. yang bertindak sebagai “orang-tua”. Mengontrol semua stock2 barang di toko, dan mulai mengatur adik2ku untuk menambahnya. Hehehe… nah, termasuk pekerjaan membungkus terigu. Yah memang sekalipun orang tuaku ada, tapi aku juga sering melakukannya bila nemu stock eceran lagi kosong….
laluuu aku pun mulai membungkus terigu…. Satu kilo, dua kilo, tiga kilo.. aku memasukannya dalam ember yang jaraknya sekitar 3-4 meter dari tempatku berdiri tadi. Lalu aku melanjutkan lagi sementara adikku sedang bermain hape, sepupuku sedang “entahlah ngapain” dengan mamanya…
dan tak terasa sudah sekitar lebih dari 5 kilo terigu yang sudah selesai aku bungkus tapi masih ada di sekitarku.. +.+.
Aku memang sengaja untuk tidak meminta siapapun untuk mengambil dan memasukannya dalam ember.. kenapaa?? Masalahnya, itu adalah pekerjaan yang sehari-hari yang sudah dilakukan. Bila ayahku yang membungkus, kami pasti siaga untuk memasukannya dalam ember. Jadi terigu tersebut tak akan dibiarkan untuk lama-lama di sekitar ayah saya…
Tapi kali ini tidak,. Herannya mereka, adik2ku ituuu bolak-balik di tempat aku berdiri dan tidak ada reaksi apapun untuk membawa terigu2 itu dan memasukannya di ember. Alhasil sekitar belasan bungkusan terigu aku biarkan di sekitarku dan memenuhi karung beras. Aku berusaha kendalikan diriku, sekalipun aku ingin marah.. *ya ampuunn adik-adikuu* mereka hanya sibuk dengan urusan masing-masing.. Gak peka, gak mau peduli, gak mau melihat kalau disini lagi butuh “bantuan”. Sebenarnya aku memang lagi buru-buru membungkus sekarung terigu itu sebelum jam 9 malam, toko kami tutup. Jadi aku konsen untuk membungkus dan berharap ada yang memasukannya dalam ember. Nyatanya, tidak ada.. dhuer.
Aku menunggu sambil terus membungkus terigu itu. Karung tempat aku menitip terigu tadi semakin penuh. Dan terigu di karungku sudah semakin sedikit, tapi tidak ada yang peduli. Oh my……..
Dan disitulah. Lagi2 Tuhan ngomong lewat kejadian terigu itu. Tuhan ini hobby kok ngomong di toko.. hehe..
“Berkat-berkat sudah Aku sediakan, Fan. Dan Aku sedang menunggu orang yang mau datang padaKu dan membagikannya kepada orang lain. Berkat-berkat sudah Aku sediakan, dan Aku sedang menunggu orang yang mau jadi jawaban bagi orang lain.”
Hayoo… sambil bungkus terigu aku diingatkan kalo seperti terigu yang sudah siap itu...Ituuuuu tugas kita, gereja. Orang-orang percaya, yang punya persekutuan dengan Tuhan, pengikut Kristus, orang Kristen. Berkat sudah disediakan Tuhan. Potensi sudah Tuhan berikan. Kemampuan dan kapasitas oleh anugerahNya, telah diberikan. Sekarang Tuhan Tanya, siapa yang peduli? Siapa yang mau datang dan lihat? Siapa yang mau keluar dari zona nyaman, siapa yang mau keluar dari urusan pribadinya dan mulai membagikan “terigu-terigu” itu kepada mereka yang membutuhkan? Apakah Tuhan bisa melakukannya sendiri? Apakah aku bisa menaruh terigu-terigu itu sendiri?
Ya tentu saja aku bisaaa. Ayolah. TENTU SAJA TUHAN BISA.
Tapi kenapa Tuhan juga memilih untuk menunggu orang-orang yang mau dipake untuk membagikan terigu itu? Heyy..apa sih yang membanggakan selain dari kita bisa dipakai Tuhan jadi rekan kerja-Nya untuk jadi berkat bagi orang lain? Hal yang paling luar biasa ketika kita meresponi panggilan Tuhan dalam hidup kita adalah kita akan mempunyai hubungan yang intim dengan-Nya. ITU LUAR BIASA. ITU MENGAGUMKAN!! yah waktu kita memutuskan untuk memberi, Tuhan pun akan menambah kapasitas, kita juga bisa memaksimalkan potensi dan kemampuan dalam membagi2 dan menyalurkan berkat... Oh seandainya saja, adik-adikku itu tahu, kalo dengan mengangkat terigu kilo2an itu termasuk latihan angkat beban yang membentuk otot2 mereka, dan membuat mereka jadi lebih sehat. Hehehe.. pekerjaan juga akan menjadi lebih cepat selesai!! Hmm!! Tapi sayangnya sampai jam 9 lebih, ketika aku memutuskan untuk menutup toko, baru sepupuku sadar kalo ada tumpukkan terigu sebegitu banyaknyaa,, huah… yaahh.. akhirnya di ending semua pada sibuk bikin ini itu.. coba dari tadi kek.. huehehe...
Yah itulah yang Tuhan sampaikan. Mengingatkan bahwa. Terigu-terigu dalam hidup kita, jawaban atas setiap permasalahan, damai sejahtera, sukacita,kreativitas, kuasa, apa saja yang kita sebenarnya mungkin orang lain butuhkan atau kita sendiri butuhkan, sudah tersedia. Karena Dia produsennya. Karena Dia sumbernya.
Mari datang padaNya, Tanya/ Buka mata. Buka mata. Siap tangan. Atau kalau sudah merasa mungkin terigu itu sudah ada di tangan kita, mari mulai membagi, mari mulai melangkah, mari mulai berkarya, mari mulai bertindak.
Tuhan sedang menunggu kita. Karena terigu-terigu itu sudah siap untuk dibagikan.
Ladang telah menguning, siap untuk dituai.
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3)
Minggu, 17 Oktober 2010
Confirmation
Seminggu ini banyak sekali yang terjadi
Yang membuatku pusing Sembilan keliling.. haha..
Mulai dari hal yang bikin senang, terharu, kangen, bangga, sampai kecewa, sedih teramat sangat dalam..
Tapi di atas semuanya..
Aku harus mengakui bahwa kebaikan Tuhan selalu yang paling atas.
Maksudku, dalam semua yang kualami tadi, endingnya aku melihat kebaikan Tuhan. Yang seperti apa? Nah itu terus terang merupakan hal yang aku sama sekali tidak pernah pikirkan sebelumnya.
Semua pergumulan, pertanyaanku akhir2 iini akhirnya dijawab oleh.. hmm.. gembalaku yang di Surabaya.
GILA.Aku ingat betul, dulu waktu aku di sby, gembalaku yang di ambon datang khotbah di gerejaku, kebetulan waktu itu aku lagi ultah. Hari ini, bagiku sendiri aku teringat dengan ulang tahunku sebulan yang lalu. Dan aku melihat bagaimana Tuhan bekerja. Huaahh.. Aku merasa betul kalo Dia sampai mengutus gembalaku yang di Surabaya ke Ambon untuk ngomong sesuatu buat aku. Yang bikin aku tertegun, tertemplak, dan akhirnya aku cuman bisa bilang,
“ini aku Tuhan”.
Dan akhirnya untuk pertama kali aku 100% bisa menerima dengan ikhlas, aku harus berkarya di ambon.
Jujur saja,
Selama ini aku masih memikirkan untuk kembali ke Surabaya, melayani di UK Petra. Menjadi dosen. Menikmati waktu-waktu yang menyenangkan disana. Sebenarnya aku pernah dibilang bahwa Surabaya sudah menjadi comfort zone. UK Petra tepatnya. Hmm… lalu aku kembali ke ambon dengan harapan yang sama bahwa aku akan kembali melayani di Surabaya. Tapi masalahnya aku mungkin kehilangan arah. Setelah pelayanan Ambon Jazz Plus Festival kemarin, aku jujur aja menemukan gairah yang luar biasa dalam melayani, untuk jadi berkat bagi kota Ambon, untuk pemuda2nya.. yang akhirnya membuatku sempat bertanya lagi, “Tuhan, apakah benar aku di harus di Ambon atau di Surabaya..?”
Sampai akhirnya ya hari ini Sabtu, 16 Oktober 2010 God spoke to my heart that He wants me to be here. Mengeluarkan semua potensi yang udah Tuhan berikan dalam fanny untuk fanny pakai jadi berkat bagi kota dan masyarakat di tempat ini. Huaahh..
Mengetahui kebenaran ini hari ini sangat berbeda dengan pada waktu aku masih di Surabaya.
Aku masih pengen cerita lagi. Tapi bingung mau cerita apanya. Hahahha..
Okeh deh next..
Mungkin pada bertanya, apa sih yang dikatakan sang gembalaku itu, Ko Dan yang membuat ku yakin bahwa ini konfirmasi dari Tuhan buatku berkarya di Ambon.
Yang pertama. Tentang potensi.Semua potensi yang Tuhan berikan untuk fanny, ada tujuannya. Dan itu supaya jadi berkat bagi orang lain.
Yang kedua. Yosua dan Kaleb diantara 10 pengintai yang lain. Waktu Ko Dan membahas ini, Tuhan ngomong bahwa Fanny pun seperti pengintai di kota Ambon. Aku ingat betul kalo aku pernah punya “penglihatan akan negeri perjanjian” untuk Ambon. Bagiku, negeri yang berlimpah susu dengan madu adalah keadaan dimana anak-anak muda yang punya potensi di bidang desain, art, tahu tujuan Tuhan dalam hidup mereka, dan bisa pakai potensi itu semua untuk memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi kotanya, dan lingkungan mereka. Yap. Yap. Itu sesuai dengan visi yang Tuhan kasih buat fanny waktu mikir mau melayani di Surabaya. *jadi sekarang tinggal ganti kotanya saja*.. yah itulah yang aku lihat dan setelah itu.. fanny dikirim untuk mengintai… dan apa yang fanny lihat, raksasa2 yang ada.. T.T emang ada, tapi puji TUhan, sebelum fanny kembali lapor dengan laporan yang negative dan tak berpengharapan-karena barusan mengalami hal yang sungguh tak mengenakan-Tuhan lebih dulu ingetin fanny tentang hal ini. Dan itu membuatku mengubah cara pandangku dalam melihat kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Fanny sedang mengintai.
Yang ketiga. Zona nyaman.Yang membuat kesepuluh pengintai itu fokus pada raksasa dan bukan Tuhan karena mereka terlalu nyaman. Betul betul. Kehidupan di UK Petra dan Surabaya telah menjadi zona nyaman buat fanny. Waktu datang ke ambon, tentu saja kehidupan ku terusik. Ngak ada lagi komunitas, hal2 yang fun dan menyenangkan selama di Surabaya, yang ada hanya proses dengan keluarga, bekerja dan bekerja... Dan akhirnya aku melupakan Tuhan yang memberikan proses.
FANNY TERLALU NYAMAN.Yah begitulah. Akhirnya aku tahu, bahwa aku sedang diutus ke tempat ini. Untuk mengerahkan potensi yang Tuhan berikan, semua kasih karunia yang telah aku terima, aku mau mengerjakan yang terbaik untuk Dia.
Yang keempat.Ini bukan tentang apa yang disampaikan oleh gembalaku. Tapi setelah itu semua aku menyadari kebenaran ini. Memang setelah pelayanan baru-baru ini, aku menemukan hal baru dalam hal relasi. Ehm.. emang sih ada yang deketin. Kerasa kok. Haha.. ada beberapa respon dari beberapa orang yang Tuhan pakai untuk berbicara denganku. Intinya adalah Tuhan yang sangat amat baik itu peduli dan mengerti aku. Hehe.. Dia bilang kalo aku gak perlu khawatir tentang pasangan. Karena di tanganNya yang penuh kuasa, Dia bisa mengirim siapapun yang Dia inginkan untuk ke Ambon, membangun kota ini bersama2… dan lebih hebatnya, He can make two hearts joined as one. Yah aku bisa melihat bagaimana hati orang2 yang dari luar Ambon saja bisa terjadi sesuatu dalam beberapa hari tersebut. Bagi Tuhan ngak ada yang mustahil. Aku bersyukur, sangat amat bersyukur. Waktu Dia memberikan pengertian ini, hatiku sangat sejahtera. Dia memberi tahu itu bersamaan dengan kebenaran bahwa aku akan melayaniNya di kota ini. Dan aku tidak perlu khawatir.
berbahagialah kita yang menjadi milik kepunyaanNya.
Amen.
So, dengan berat hati aku harus berkata bahwa…
Surabaya…. Kita tidak akan berjumpa untuk jangka waktu yang lama.
Aku sedih, iya. Tapi Tuhan bukan saja menghiburku tapi juga memberikan kepastian.
Aku bersyukur pernah diproses dan mengenal Tuhan di Surabaya. Untuk semua komunitas, teman-teman, pemimpin, semuanya. Terima kasih. Aku pengen bertemu lagi. Suatu hari. Suatu saat. Dalam waktu yang Tuhan tentukan.
Hanya untuk tujuan kerajaan Allah.