Laman

Rabu, 05 Januari 2011

setiap kali..

setiap kali engkau berkata kasar,
aku kecewa

tapi aku memutuskan untuk tetap mengasihimu

setiap kali engkau menghina ibu,
aku kecewa,
tapi aku memutuskan utk tetap mengasihimu

setiap kali engkau memukul saudaraku,
aku kecewa
tapi aku memutuskan untuk mengasihimu

setiap kali engkau tidak memperdulikan aku, membentakku,
aku kecewa
tapi aku memutuskan untuk mengasihimu

setiap kali engkau berbuat kesalahan
aku kecewa
aku menutup mata
dan melihat salib dan Pria yg tergantung disana

lalu aku memutuskan untuk mengasihimu..

terus dan terus..
aku berusaha selama aku hidup..

karena engkau ayahku
selama aku hidup..
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

Jumat, 19 November 2010

geeeellllaaaaaaaaa
akhirnya. kenapa diriku betul2 "sendiri" disini... T.T
sebelum papa n mama mau k cina, memang sihhh fannyy sudah berusaha untuk "menunjukkan" kalo fanny bukan lagi fanny yg masi sma. secara de facto saya sudah lulus kuliaaahh.. itu artinya fanny kudu siap dan mau dan bisa menerima tanggung jawab yg lebih dunk. wew wew.. bukan lagi jadi karyawan, yg bertugas sbg kasir, ngambil barang. tapi mulai berpikir, berencana, ngambil keputusan dan solving problem. wew wew...

lalu kemudian.. saya berpikir kalo si dia bakal masuk kerja lagi setelah "sedikit" insiden dgn papa.. tapi ternyata gak. mateenggg. kecewa abis. tapi ya sudahlah. mari menghargai keputusannya. dan melihat kalo Tuhan mengizinkan kondisi ini terjadi dgn maksudnya. toh Dia pun gak akan tinggalkan.

berarti saya harus berencana lebih matang lagi. wew.wew. berkorban lebih banyak lagi. well, it's ok lah. kalo papa juga sampai ngambil keputusan yg sempat jadi insiden itu, aku percaya bahwa dia juga telah melihat jauh k depan, dan percaya padaku dan adik.. hmmm

ya sudah. sbg ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan dan ungkapan kasih pada mereka, tanggung jawab adalah sikap yg tepat. huff huff. help me God. help us. :)

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

Selasa, 16 November 2010

Bangun Lebih Awal

Waktu kecil saya sering terjaga dan tidak lagi menemukan ayah saya di rumah.
Dia telah pergi ke kantor...
Saya tidak dibiasakan bangun pagi sejak kecil, sehingga saya bangun sesukanya saja. Namun, bila terlampau siang, saya sering dibangunkan Ibu saya..

Sampai suatu ketika, saya merasa saya harus bangun lebih awal. Di pagi hari itu, saya ingat betul,
sebagai gadis kecil berumur 5 tahun, saya berusaha bangun lebih awal,
berusaha menahan kantuk,
dan duduk manis "dihadapan" Ayah saya. Saya memperhatikannya bersiap2, dan mendapat pujian darinya.. "itu baru anak papa," dan Ibu saya ikut tersenyum melihat saya..

Saya tidak memperlihatkan ekspresi senang atau semacamnya,
yang saya ingat waktu itu saya hanya diam. Mungkin karena efek baru bangun tidur dan sedang berjuang menahan kantuk.

Namun setelah Ayah saya pergi ke kantor, entah kenapa saya merasa ngantuk sekali. Akhirnya saya pun tidur lagi dan baru bangun di siang harinya.

Sejak saat itu saya tidak pernah berusaha untuk bangun lebih awal. Orangtua saya juga tidak pernah meminta saya lagi. Sampai akhirnya Saya bersekolah dan harus bangun pagi.

Namun entah kenapa, peristiwa itu selalu melekat di hati saya..
Entah bagaimana Tuhan menaruh hati yg niat dlm diri saya.. Dan kenangan jelas akan hari dimana
saya merasa seperti pahlawan (walaupun tidak berbuat apa-apa).

Dan sekarang ketika saya dewasa... Tuhan telah bekerja menaruh kasih di dalam saya. Ayah saya tidak lagi bekerja.. Namun dia bisa menemukan bahwa gadis kecilnya sekarang telah mampu bangun pagi lebih awal. bahkan lebih awal darinya....

Suatu saat. Saya juga akan bangun lebih awal dari ibu.


Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

Senin, 15 November 2010

Pelayanan yang Menyenangkan Saya

Koreksi bila saya salah.

aku katakan pada diriku sendiri:
hati-hati bila fanny melayani Tuhan dgn apa yang fanny senangi. pelayanan yang merupakan kegiatan yg aku sukai.

jangan sampe terjebak. bukan lagi aku sedang melayani Allah, tapi malah sedang melayani diriku sendiri. kesenanganku tidak lagi dtg karena melayani Sang Raja malah karena melakukan pelayanan yang aku sukai. bila itu terjadi, taulah apa yang harus dilakukan. bertobat fan bertobat.

talenta diberikan supaya aku memiliki kemampuan untuk mengerjakan dengan hasil yg lebih dan maksimal. tapi tantangannya adalah ya itu tadi. duuhh jangan sampai yg ku layani adalah diriku sendiri karena aku suka mengerjakannya.. tidak. tidak..

ketika Tuhan menginginkanku mengerjakan sesuatu yg tidak aku sukai utk Dia, masihkah Dia mendapati hati yg bersuka karena Dia sendiri?

Tuhan memberikan talenta karena Dia mengasihi ku. dan aku menggunakan dan melipatgandakannya karena aku mau mengasihi Dia.

intinya yaaahh,
apapun yang aku lakukan, lakukanlah itu sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
segala hal yg dilakukan menjadi menyenangkan karena aku melakukan untuk Pribadi yg ku kasihi...

keterpaksaan memang sepatutnya terjadi bila aku memang ingin mengerjakan sesuatu utk org yg aku kasihi. itulah pengorbanan...
keterpaksaan bukan karena melayani Dia, tapi keterpaksaan merupakan usaha dariku utk melakukan yg Dia mau, pekerjaan yg sekalipun bagiku adalah hal yg tidak menyenangkan, tapi semuanya untuk menyenangkan Pribadi yg kucintai.
hmm.. dibandingkan dgn pekerjaan yg kulakukan krn aku menyukai pekerjaan itu.. aku pikir semua org bisa melakukannya.
tapi yang disebut anak-anak terang mau menyenangkan Allah, mengerjakan apapun yg dijumpai untuk kesenangan Allah dan tidak berpatokan pada kesenangannya.

hati-hati.. karena sesuatu yg menyenangkan kita, belum tentu menyenangkan Dia.

hufff.
terima kasih Tuhan.
sesuatu yg kusenangi kadang bisa menjadi musuh utamaku. :)


Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com