Laman

Minggu, 04 Desember 2016

Changing


Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali menulis. melihat-lihat tulisan saya sebelumnya membuat saya senyum-senyum. Ternyata begitu cara saya menulis, begitu proses yang saya alami waktu itu. ternyata saya juga mengalami sakit parah juga. Haha. sakit karakter.  tapi ya memang manusia kan harus terus berkembang? Jadi boleh deh ya kalau saya klaim saya sedang mengalami perubahan.

Ngomong-ngomong tentang perubahan, saya rasa proses hidup saya khususnya dua tahun terakhir ini banyak mengikis karakter saya yang aneh-aneh. Dan... juga memunculkan sifat saya yang sebenarnya, yang sudah terpendam lama, yang tidak pernah saya duga dan saya sadari. Termasuk juga menghasilkan model saya yang uaneh2, tapi positif tentunya. Haha.

Masih seperti biasa, bagaimana saya menulis mungkin tidak formal yang gimana gitu. Karena lebih ke refleksi hidup. Jadi jangan berharap saya akan memakai kaidah dan EYD. Jadi selamat menikmati pola pikir saya yang rumit (warning), idealisme, self talk, celoteh, apa saja.
Okay, ready?
Mari kita mulai...
Mulai dari mana ya tapi? Pertanyaan bagus. Wkwkw.

Ok, saya pikir akan lebih baik bila saya ceritakan dulu beberapa hal yang berubah dalam diri saya.
  • Saya sekarang di kota Surabaya sejak Agustus 2014.
  • Saya sementara mengambil studi lanjut Manajemen Sekolah di salah satu universitas Kristen di Jakarta namun berkuliah di Surabaya. Di samping itu, supaya bisa segera mengaplikasikan apa yang saya pelajari, saya juga mengajar di salah satu sekolah swasta yang berada di bawah departemen agama. perpindahan dari seorang desainer menjadi seorang guru. Bagaimana saya menulis tentang kehidupan saya dalam bidang pendidikan dapat dibaca di http://pinewstand.wordpress.com. Sebelumnya jangan kaget karena disana juga lama belum diupdate. :P
  • Saya ingin merayakan sekaligus mengingatkan saya sendiri akan komitmen saya untuk mengkonsumsi makanan dengan cara yang benar dan sehat. Tahun ini saya mulai mengubah pola makan saya, dan mulai berolahraga. Nah olahraga ini memang dari dulu cuman jadi impian belaka. Wkwkw. Akhirnya saya bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk melakukannya. Olahraganya sederhana, cuman lari pagi atau sore. Hehe. Asik. Seru. Karena lari sendirian, saya bisa punya waktu banyak untuk merenung. Yay! nah sebetulnya ketika saya datang ke surabaya, berat badan saya naik drastis. Tidak tanggung-tanggung hampir 10 kilo. Walaupun penampakannya tidak menyolok, tapi cukup membuat banyak rekan yang bertemu saya langsung menyadari perubahan diri saya yang kasat mata itu. hadooh. Haha. akhirnya saya juga mikir untuk mulai mengendalikan nafsu makan saya. dan melalui beberapa strategi, sejauh ini akhirnya saya sudah berhasil turun 7 kilo. dalam kurang lebih 2 bulan. Hoho. Semoga tetap bertahan.
  • Beberapa perubahan lainnya. :P saya pikir tidak cukup space untuk membahasnya disini. *sebenarnya sih sudah ngantuk* wkwk. intinya saya bersyukur masih ada dalam rancangan Tuhan, masih dipegang Tuhan, walau sudah nakal bandel amit-amit, tapi ya Tuhan tetap sabar. Sabar banget. *terharu*. Karena itu biarlah perubahan-perubahan  positif yang mengambil tempat di hati orang-orang sekitar saya, semua saya persembahkan kepada Tuhan yang menciptakan saya. sekalipun di antaran perubahan yang baik masih ada juga mungkin yang gimana gitu. Maksud saya, bagi beberapa orang lain saya berubah jadi aneh. Hahah. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, apalagi Tuhan. karena saya percaya Tuhan selalu baik.

 saya rasa sampai disini dulu, sedikit pengantar untuk memasuki babak baru (lagi) dalam tulisan saya. hehe. 













Selasa, 18 Februari 2014

Kenangan Cerita Ayah


Malam ini ada yang berbeda di toko. saya bertanya tentang dulu bagaimana ayah bekerja di tempat kerjanya yang lama. Ayah pernah jadi sales, lalu kepala gudang, sementara ibu menjaga toko di rumah sambil membesarkan kami yang masih kecil ini. ini untuk pertama kalinya saya bertanya seperti itu ke ayah saya. Dan dia terlihat antusias menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya. saya jadi ikut terkagum-kagum melihat semangat kerja dan daya juangnya waktu itu. dari sanalah orang tua saya juga akhirnya bisa membeli beberapa mobil angkutan umum yang yah walaupun juga harus kredit dan dibantu seorang teman tapi tidak membutuhkan waktu yg lama untuk melunasinya.

Ayah tidak panjang bercerita tapi ada saat dimana saya akhirnya merenung.

Mereka melalui berbagai hal yang tidak enak. Disalah mengerti. Dicurigai.  Dan berbagai tantangan lainnya. Mobil itu mungkin sudah tidak ada lagi. Tapi ceritanya masih ada. Masih berkesan. Masih menyentuh. Masih menginspirasi. Orang tua saya mungkin tidak memberikan harta yang cukup banyak untuk dinikmati anak dan cucu, tapi hari ini saya mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar harta materi. Saya merasa lebih mengenal ayah saya, saya mendengar ceritanya. Saya belajar sesuatu yg baik dari pengalaman hidupnya. Dan itu pasti akan menjadi harta yang berharga bukan cuman untuk kami anak-anaknya, tapi buat anak-anak kami nantinya.

Buat kita yang masih punya orang tua, apapun keadaan mereka, kita bisa belajar sesuatu dari hidup mereka asalkan kita mau lebih banyak duduk mendengar. Mereka bukan malaikat, jadi masih bisa berbuat salah, masih bisa menyakiti hati kita, tapi apapun keadaan mereka, Tuhan telah memilih orang tua yang terbaik untuk kita, sama seperti Dia juga telah memilih anak (kita) yang terbaik untuk mereka. Pasti selalu ada tujuan mengapa kita ada dalam sebuah keluarga.

Buat kita yang akan menjadi orang tua, sedang menjadi orang tua, saya berefleksi dari apa yang orang tua saya lakukan, karena mereka sering bercerita tentang ayah ibu mereka. Harta pasti habis, tapi kenangan akan tetap tinggal. Jadi mari berikan lebih banyak kenangan manis untuk anak-anak kita agar mereka tahu bahwa mereka dikasihi, berharga dan hidup mereka layak diperjuangkan dan ketika mereka nanti menjadi orang tua bagi anak-anak mereka, mereka mengikuti teladan kita.


We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future. - President Franklin D. Roosevelt

Selasa, 07 Januari 2014

Greatest Present is His Presence (Part 3) :: New Year Note :: Instagram Week 1

 Peace is seeing the sunset and knowing Who to thank. -Anon

Awal tahun baru penuh dengan kejutan. sekalipun mungkin tidak begitu menyenangkan, tapi akuuu juga akhirnya jadi belajar bahwa kedamaian yang sejati di dapatkan di dalam Dia yang punya alam semesta ini. Pemilik hidupku. ada banyak pertanyaan yang muncul. tapi renungan awal tahun oleh Oswald Chambers ini sudah memberikan INTRO yang baik..

Have you been asking God what He is going to do? He will never tell you. God does not tell you what He is going to do— He reveals to you who He is. Do you believe in a miracle-working God, and will you “go out” in complete surrender to Him until you are not surprised one iota by anything He does?


  
aku menyadari bahwa aku ini.. cuman manusia. dan itu berarti aku pun akan mengalami juga yang namanya kegagalan. pengennya ini itu, harusnya begini begitu. tapi untunglah Tuhan tidak menuruti semua keinginanku yg semaunya ini.


Resolusiku di tahun ini adalah KARAKTER. Karakter yang kayak gimana? ya Karakter Kristus. fufufu. berangkat dari apa yang kudapat, kualami selama pertengahan tahun 2013 sampai saat ini, aku menyadari bahwa Karakter Yesus adalah karakter yang sangaaaaat amat layak diperjuangkan, dan itulah kehendak-Nya. feelingku tahun ini akan juga banyak masalah, akan banyak tantangan, akan banyak ga enaknyaaa.. huaa.. tapi kata-kata ini bener2 melekat kuat di hati, kalo apapun yang akan terjadi. yang penting adalah bagaimana aku bisa bersikap seperti Kristus. HANDLE IT ALL WITH GRACE!!


pagi.pagi. Sabtu pertama di tahun 2014. mulai optimis. membuat gambar ini dan menguploadnya ini ke instagram. ku pikir hari ini aku akan cukup kuat untuk menghadapi segala sesuatu. tapi ternyata. T.E.L.E.R. haha..
 masih di hari yang sama, akhirnya aku diingatkan sama mentorku, alias bapak rohanikuuuu... kalo keadaan aku yang lagi lemah ini.. BAGUS!! ya BAGUS! karena dengan begitu aku bisa belajar untuk mengasihi bukan dengan kekuatanku. lalu. aku jadi 'dong'. kalo karakter Kristus yang ingin kucapai itu tidak..mungkin..bisa..kuraih.. dengan kekuatanku sendiri. justru aku harus belajar berserah, menyerah sama Dia, dan membiarkanNya untuk berkarya melalui aku. duhhh. akhirnya... akhirnyaa... aku sadar ga mungkin memegahkan diri, karena hidup yang kuhidupi sekarang adalah hidup oleh Kristus. semua kebaikan yang bisa kulakukan semua karena Tuhan saja.

and then he told me, "My grace is enough; it’s all you need. My strength comes into its own in your weakness. Once I heard that, I was glad to let it happen. I quit focusing on the handicap and began appreciating the gift. It was a case of Christ’s strength moving in on my weakness. Now I take limitations in stride, and with good cheer, these limitations that cut me down to size—abuse, accidents, opposition, bad breaks. I just let Christ take over!
And so the weaker I get, the stronger I become. 2 Cor 12:9-10


 masih di hari yang sama. seorang teman yang begitu baiknya mau mengirim devotional buat ku. waktu kubaca, mataku ikut berkaca-kaca, hatiku tersentuh sekali. entahlah bagaimana dia bisa mendapatkan renungan itu tapi kuakui aku saaaaaangat bersyukur karena pesan itu datang tepaaat pada waktunya. huhuhu. Tuhan ternyata masih peduli padaku lewat orang-orang disekitarku (iyalah Tuhan sayang ya to T__T).
ini salah satu kutipan favoritku dari devotional yang dia kirim:

 God wants you to know something FAR GREATER
than what you should do next with your life.
HE WANTS YOU TO KNOW WHO HE IS

habis baca ini aku sadar kalo..kalo.. sekali lagi Tuhan bilang yang aku butuh sekarang ini adalah Tuhan sendiri. bukan bagaimana masalahku diselesaikan, bukan tentang apa yang kusebut visiku kapan tergenapi, bukan tentang orang2 yang aku sayangi, bukan tentang merekaaa yang membuat hatiku ketarik2, bukan tentang bagaimana atau kenapa, tapi tentang SIAPA. apa aku semakin mengasihi Dia? apakah Dia lebih penting dari segala yang ingin kucari, lebih dari segala situasi yang kuharapkan?

di titik ini. penting. aku mulai meredefinisi kembali apa yang sempat muncul di pikiranku di awal tahun. tentang GREATER THINGS. aku bertanyaa sama Tuhan. apaaa Greater things yang sedang Engkau sediakan. apakah itu berarti hal2 "besar", material, kesempatan, yang orang lain tidak dapatkan? apakah itu hal2 yang membuat "harga diriku" naik? kalo begini kan GREAT menurut masing-masing orang berbeda. lalu baagaimana?
yang kudapatkan adalah..

HAVING GREATER THINGS means TO KNOW THE GREAT GOD
better, deeper, greater through all things that come to you. 

karena satu2nya yang GREAT dalam hidup ini cuman Tuhan saja, sehingga aku mendefinisikan Greater Things sebagai pengalaman hidup bersama Tuhan yang lebih lagi. ini berarti, bisa hal-hal biasa, masih di toko kecil, mungkin masih dengan pekerjaan dengan gaji kecil, mungkin masih dengan situasi yang sama, tapi yang sekarang berubah adalah pengenalan kita akan Tuhan yang semakin bertambah!! itulah greater things buatku! nah kalo begini, maka semua orang bisa mengalami greater things! buat apa kita merasa "diberkati" dengan hal-hal yang waahhh.. tapi kita ternyata kita ga punya pengenalan akan Tuhan... nah loh.. pilih mana? 

dan bukan kebetulan juga bila bapak rohani ku ngasi statement. "ini bukan tentang dimana kamu berada... tapi tentang pola pikirmu!" jedueer. jdeng. bum. #horee
Yaahh itu menyadarkanku sekarang waktu aku merenungkannya... sepanjang hari...
bagaimana aku melihat Tuhan di dalam hidupku mempengaruhi bagaimana aku melihat situasi, masalah dan kehidupanku.


  

 pagi yang indah, minggu pertama ku di tahun ini.. aku disambut oleh message from readingplan dari YouVersion. tentang Daniel. saking aku merasa aku harus belajar sesuatu dari kehidupan Daniel dan ketiga temannya dalam hal karakter/integritas. dan benar sajalah. hari itu yang kudapat, betul2 menemplak.

Do you have something you are hoping God will show up and do? Do you trust that He is good to grant that desire? Do you trust that He is also good in the “And, if not..."? 

tuh.kan. ini bukan tentang bagaimana keluar dari masalah (saja), tapi lebih bagaimana respon hati, pola pikir, dan pandanganku kepada Tuhan.



Senin pertama di tahun ini aku masih seperti biasa di toko. mengerjakan pekerjaan yang harus kulakukan. dan melanjutkan pekerjaan bersih-bersih kamar yang sudah dimulai dari kemarin. hoho. daaann aku temukan sketsa yang kubuat pas zaman kuliah dulu. tepatnya 4 tahun lalu. time flies~ sodaraaa2... ga terasa sudah hampir empat tahun juga aku pulang ke ambonn hahah..dan di tahun ini pula aku akan kembali ke surabaya untuk skul lanjut. #horee...
anyway, pesan di gambar yang kubuat ini adalah... "INGAT KASIH-NYA"
ini nyambung benar dengan gambar di bawah ini..

 

gambar di atas itu screenshot lirik lagunya Chris Tomlin ( I Lift My Hands). selama di toko di hari senin ini, aku banyak mendengarkan lagu Chris Tomlin karena lirik lagunya yang saaaaangat membantuku mengingat tentang Pribadi Tuhan. sebelumnya... aku cuman ingat ttg lagu2 yang melo karena masalah dlsb,ahaha... tapi sejak dengar lagu2nya Chris esp this one.. my FAITH ARISE!!!! thanks a lot misterrr....  dari sini aku akhirnya sadaarr.. 'FORGET' the problem, REMEMBER who God is... ingat kasih-Nya. ingat PRIBADINYA. INGAT SIAPA DIA! waktu fokus ku berganti ke betapa besar Allah yang kupercayakan hidupku ke tangan-Nya, hatiku lebih merasa damai. aku merasa lebih kuat, aku tahu semua akan baik-baik saja! #yay

di hari ini jugaa... kiriman devotional temenku juga ikut menguatkan..

God’s will for you might not always seem perfect to you. 
But through it, God is perfectly developing your character, creating
the space you need for the person that God created you to be. And
along the way, He’s putting you in position to make Him look greater
than ever before.
 
His will may not be easy, but it’s perfect for you.

how SWEET yaaaaaaa Tuhan ituuu...
keadaanku masih belum berubaahh kokk.. tapi aku bersyukur aku bisa mengalami dan mengenal Tuhann.. dan aku saaaangat menikmatiNya..
All praise to Him alone!


let faith arise!



instagram:  stepynuz

Minggu, 05 Januari 2014

Greatest Present is His Presence (Part 2) :: New Year Note

HAPPY NEW YEAR 2014!

4 hari sudah berlalu. kalo mau liat-liat gimana serunya tahun kemarin, pada akhirnya cuman bisa bilang. "Thank You God" untuk semuanya. ada perasaan yang berbeda ketika memasuki tahun ini dibandingkan tahun lalu. bersyukur untuk semua yang sudah terjadi. tidak selamanya menyenangkan. tidak selalu juga menyedihkan. tapi aku melihat karya Tuhan yang melalui semua itu membentukku.

kemarin itu coba-coba liat posting2an di tahun-tahun sebelumnya. ternyata aku begitu AROGAN. aku juga ga setuju dengan reaksiku saat itu. khususnya di postingan ku ttg E(S)MOSI. fuh. cacat juga ternyata.

tahun 2014 ini aku mulai punya harapan-harapan yang hm setidaknya lebih tertulis dan terukur dibandingkan tahun lalu. bbrp hari yang lalu juga aku sempat membaca buku catatan2 mulai dari khotbah dan refleksiku yang sempat kutulis. haru juga bacanya. ternyata apa yang ku dapat saat itu sama dan juga membantuku menghadapi beberapa hal akhir-akhir ini.

====

His Presence.

Nah. About His Presence. Hal yang sangat kusyukuri dari kehadiran-Nya adalah karena pribadi-Nya. dan itu menjanjikan bahwa aku bisa memiliki hidup yang berkarakter seperti Dia. di bumi, bukan tunggu sampai di Sorga. bagiku tahun 2014 dan tahun-tahun berikutnya adalah tahun dimana aku harus mengejar karakter Kristus. dan bukan berkat-Nya, bukan pula perbuatan-Nya semata. waktu ku renung-renungkan akhir-akhir ini.. ditambah lagi karena ada banyak pesan-pesan yang menguatkan, meneguhkan, mulai dari tengah tahun 2013 sampai akhir desember bahkan sampai 4 Januari 2014 bahwa, karakter itu hanya akan dapat dicapai ketika memiliki hubungan dengan Tuhan sendiri.

Yap, karakter memang dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan. Dari setiap pilihan-pilihan. Dan itu juga berarti berasal dari pengenalan akan Tuhan, kepercayaan kita kepada-Nya sehingga kita mau melakukan apa yang Dia inginkan. dan semuanya itu juga berasal dari hati yang mengasihi Tuhan. dari iman yang mempercayai bahwa Dia lebih dahulu mengasihi kita. saling berkaitan satu sama lain. sehingga pada akhirnya hidup kita pun membawa kemuliaan bagi-Nya.

hari ini aku bersyukur lagi.
waktu aku bilang ingin mengejar karakter-Nya, aku diingatkan Tuhan bahwa aku tidak akan bisa melakukannya tanpa kasih karunia-Nya, tanpa pertolongan-Nya. aku sampai di titik di mana aku mengaku aku capek, aku lelah. dan itu semua menunjukkan bahwa aku tidak akan mungkin mencapai itu semua dengan kekuatanku. yang harus aku lakukan adalah menerima kasih karunia-Nya. mempercayai DIa yang akan bekerja dan berkarya melalui aku. sehingga inilah yang menjadi kesimpulanku:

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. - Galatia 2:20

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." - Yeremia 9:23-24





Kamis, 26 Desember 2013

Greatest Present is His Presence (Part 1) :: Christmas Note



Your presence.
The best present.
Thank you.

Gembala.
Hamba.
Maria.
Dikandung oleh Roh Kudus.
Kehadiran Tuhan.
Hadiah.
Sumpek.
Kasih.
Percaya.
Satu jiwa.
Utk yg hina.
Kasih karunia.

Itulah poin2 yang terpikirkan akhir-akhir ini.
Puncaknya ya waktu memikirkan makna Natal ini.
Aku masih ingat apa yang kupikirkan ketika natal pertama kali di ambon setelah kelulusanku. Hm. Bagaimana belajar untuk menghadirkan Kristus. Kristus yang lahir di hati.
Seperti di ajar saat itu bagaimana melahirkan Kristus dalam suasana yang tidak enak, dalam keadaan yang tidak menyenangkan. melahirkan pengharapan, kasih, damai, sukacita, dalam keadaan yang sekalipun itu tidak menyenangkan. Bercermin dari apa yang sudah Tuhan sendiri lakukan buat umat manusia.

Tahun ini sendiri termasuk tahun yang keras buatku.
Menulis ini memang membuatku mellow. Huahuahua.
Tapi aku melihat bagaimana sempurnanya penyertaan Tuhan dalam hidupku.
Bersyukurnya bukan karena melihat masalah2 yang satu persatu selesai. Fufu. Masalah ga pernah selesai. Masih datang silih berganti. Wajarlah. Ini kan hidup. Tapi bersyukurnya adalah semakin merasa dikuatkan kala harus menghadapi semua itu, mendapatkan banyak hajaran dan semakin makin makin mengenal Tuhan, mengalami kasih karunia dan bagaimana melihat caraNya membentuk hidupku.

Kadang aku mulai membandingkan diriku dengan berkat yang orang lain dapatkan. Aku menginginkan hal yang mereka juga alami. Tapi Tuhan mempercayakan hal lain padaku. Bersyukurlah Tuhan tidak menuruti semua keinginanku. Hehe.
Tuhan datang sebagai manusia, bayi yang lemah, lahir di kandang pula, asal dari nazareth. Fufufu. Bangsa Israel mengharapkan Mesias yang membebaskan mereka dari penjajahan roma,tapi ternyata bukan itu rencana Tuhan bagi mereka. Dunia mungkin mengharapkan pribadi yang perkasa yang sanggup meloloskan diri dari tiang salib, tapi untunglah Tuhan Yesus memilih untuk taat pada kehendak Bapa dan mati di tiang itu. Jadi justru aku belajar untuk taat sama kehendak Bapa kenapa aku harus mengalami semua ini dan bukannya semua itu. menikmati setiap proses yang ada. Karena aku berbeda dgn mereka. Kita semua unik! Dan proses kita pun kudu unik! :D

Di bulan ini aku juga bersyukur untuk keluarga rohani ku yang mbelani ke Ambon. aku.. apa ya. Aku menginginkan aagar kehadiran mereka bukan saja buatku tapi juga buat orang lain. Aku berusaha sebisa mungkin mengumpulkan teman-temanku, membawa mereka utk bisa belajar dari bapak rohani ku ini.  di sela-sela kesibukanku itu. malah aku tertemplak juga ketika aku mengingat kata-katanya. Dia dtg ke sini untuk satu orang (smoga aku ga salah dengar fuahaha). Dan seingatku rencana dia datang ke Ambon juga karena akunya yang tidak bisa ke Surabaya. Huhuhu. Di saat itu aku juga merasa sinkron dengan apa yang dia sudah share tentang domba yang hilang. Satu domba aja dicari. Satu jiwa itu penting di mata Tuhan. dan apa yang dia lakukan itu dipake Tuhan untuk bilang sama aku, “kamu dikasihi”. Aku ini tipe orang cermat (cemas) yang mudah down dan mungkin karena itu Tuhan sangaaat banyak mengajariku untuk bisa melihat kebaikan Tuhan di tengah kesulitan yang ada. Aku akan sangat gampang mengucap syukur ketika semua berjalan sesuai dengan keinginanku. Tapi aku saaaangat belajar untuk mempercayai Tuhan dan hatiNya di tengah keadaan yang tidak menyenangkan. Dari apa yang aku alami, aku pun teringat akan jiwa-jiwa di luar sana. Doaku, semoga aku pun semakin hari bisa punya hati dan kapasitas sehingga Tuhan bisa memakaiku untuk mengasihi orang-orang di luar sana. (doain juga ye :p).

Ini juga membuatku mengerti bahwa Tuhan itu Allah yang memandang penting akan relasi. Hubungan.  Tuhan seakan menunjukkan padaku untuk membiarkan aku melihat bahwa Dia mengasihiku dan menganggap aku penting. Huahaha. Aku tahu aku ini kadang tipe orang yang terlalu memikirkan orang lain dan lupa pada diriku sendiri. Tapi Tuhan mau bilang kalo aku harus belajar merendahkan diri untuk menerima kasihNya, membiarkan kasihNya melingkupiku, membiarkan kasihNya memenuhiku, memuaskan aku, sehingga aku bisa maksimal melayani orang lain. Aku dulunya terjebak dalam pemikiran aku egois bila aku hanya menikmati kasih Tuhan dan tidak membagikannya sehingga yang kulakukan adalah membagikannya dan lupa menikmati kasih Tuhan padaku. Justru menurutku, orang yang benar-benar menerima kasih Tuhan, hidupnya akan otomatis berbagi kepada orang lain. kasih Tuhan akan membuatnya tidak tahan untuk berbagi.

Dari yang kualami itu..
Aku belajar semakin mengenal Tuhan.
Kenal bagaimananya?

Mengenai kehadiran-Nya.
Kehadiran-Nya adalah segalanya.

His presence is everything.

Waktu bapak rohani ku memberikan waktunya untuk datang sebentar saja. Aku belajar banyak hal dari nya. Bagaimana cara bicaranya, hidupnya, kata-katanya, kasihnya, candanya, hidupnya. semuanya. Dan itu membekas dalam hidupku.
Kupikir itulah sebabnya, kenapa Tuhan Yesus harus benar-benar datang sebagai manusia, menjalani hidup sebagai manusia. Dia sebagai Allah, benar-benar turut merasakan apa yang kita rasakan. Sebagai manusia. Allah ku, tidak mengutus malaikat untuk hidup seperti manusia. Dia datang sendiri. Hadiahnya bagi umat manusia adalah dirinya sendiri. Lalu kenapa kita begitu sulit membagi hidup kita kepada orang lain.


Dan disaat terakhir saat Tuhan Yesus kembali ke Surga, Dia memberikan janji bahwa Dia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Karena itu sekalipun sekarang Dia ada di Surga, kita bisa tetap mengalami kehadiranNya masing-masing setiap pribadi.

Hari ini aku menyadari lagi bahwa lebih masuk akal untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah. Tentang keilahian-Nya. Dan betapa besar kasih-Nya.


Thankyou Jesus for Your presence.


Merry Christmas! 

more to come...


Sabtu, 14 September 2013

Berjuang - Menyerah

halo.
akhirnya.
:P

lama banget ga ngeblog ya ampun. haha.

anyway.
besok saya berumur seperempat abad.
dan kalo melihat rentetan kejadian sampai hari ini,
terutama akhir-akhir ini
aku cuman bisa bilang kalo
semua karena kasih karunia TUhan.
eh itu kata2 yang biasa diucapkan kan yah.
bagiku sekarang ini:
semua karena Tuhan lebih dahulu mengasihi.

kupikir itu tepat menggambarkan apa yang kualami selama ini.
bagaimana perjalananku naik turun lembah, keluar masuk gua. hehe..
kalo bukan karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihi,
aku tidak mungkin bisa berdiri dgn iman dan keadaanku sekarang ini.

masih ingat bagaimana aku menulis mau mengupdate blog setiap bulan?
alhasil nihil.
berbagai yang namanya komitmen, keinginan, target,
semuanya tidak ada.
bak tong kosong nyaring bunyinya, begitulah aku,
ada yg kosong sepertinya sehingga semua yg kuinginkan, kutargetkan tidak tercapai.
memalukan ya.

tidur pagi, bangun pagi. hasil kerja keras ku seperti tidak berbuah apa2.

hari ini aku diingatkan lagi lewat doa pergumulan bersama teman2 persekutuan gereja ku, plus apa yang akhir-akhir ini ku alami (sungguh terlalu susah dijelaskan apa yang kualami T_T hanya Tuhan yang tahu) akhirnya dalam perjalanan pulang tadi dari tempat kami berdoa aku diingatkan tentang berjuang dan menyerah.

berjuang. berjuang. berjuang.
itu yang selalu ku katakan. bagi aku ini yang adalah seorang plegma, melankolis, introvert, stabil cermat, kata "berjuang" adalah kata yang indah. memukau.
tapi kalo berjuang sambil menyerahkan hak itu beda lagi ceritanya.
berjuang saja itu sudah susah buat ku apalagi berjuang sambil embel2 yang lainnya. perlu tenaga ekstra utk memotivasi diriku, apalagi berjuang sambil bla bla.
selama tiga tahun di ambon aku diproses Tuhan untuk tidak bergantung pada manusia,
tidak bergantung pada mentor2, teman2, utk orang2 yang biasanya disampingku selama aku kuliah.
tiga tahun aku belajar memuaskan diri dengan apa yang ada padaku.
 tiga tahun aku belajar mencari.
tiga tahun aku belajar berusaha mengeluarkan semua yang ada padaku untuk bertumbuh.
aku berusaha mencari segala cara untuk bertumbuh. dan terima kasih Tuhan atas setiap orang dan setiap hal yang Tuhan pakai dlm hidupku.

aku berjuang dan berjuang sampai akhirnya hari ini waktu aku melihat apa yang terjadi dlm hidupku akhir-akhir ini aku pun menyadari aku harus menyerah. menyerah. menyerah total.

aku tidak begitu suka kata2 berserah  selama tiga tahun ini karena bagiku berserah lebih cenderung untuk membiarkan  Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan untukku. sementara aku tahu aku harus berjuang bertanggung jawab melakuan apa yang harus aku lakukan. aku tahu itu benar.
tapi hari ini aku belajar berserah bukan supaya Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan untukku. tapi berserah supaya Tuhan melakukan apa yang Dia inginkan melalui aku. jadi bukan lagi aku menanti perbuatan tanganNya bagiku, tapi MELALUI aku.

dan disitulah letaknya kehancuran hatiku.
perjuanganku.
sehingga bukan lagi menjadi perjuanganku.
tapi perjuangan KAMI.

ketika aku berjuang, dan aku menyerah.. maka ini bukan lagi tentang perjuanganku, tapi menjadi perjuangan ku dengan Tuhan. perjuangan KAMI. perjuangan KITA.

perjuangan bukan lagi menjadi sesuatu yang seharusnya berat dan mematikan ketika aku menyadari bahwa yang berjuang bersama2 dengan ku adalah Allah Anak yang berkarya melalui ku. bukankah karena itu Dia lahir ke dunia, merasakan penderitaan kita, mati dan dibangkitkan? supaya aku bisa mengenakan DIA didalam diri ku, sehingga bukan lagi aku yang hidup tapi Kristus yang hidup di dalam aku.

berjuang. berjuang. berjuang. bukan lagi berjuang dengan menggunakan kekuatan sendiri, namun karena menyadari karena Tuhan lebih dahulu mengasihi, TUhan ada di dalamku sehingga aku berjuang bukan dengan caraku tapi dengan cara TUhan. bukan fanny yang berjuang, tapi bagaimana aku berjuang sambil menyerahkan hidupku agar Kristus yang memimpin aku. ini bukan perjuangan yang memanfaatkan Tuhan sebagai alat untuk memperoleh apa yang aku inginkan tapi benar2 perjuangan menyerahkan hak hidupku kepada Dia yang sudah mati buatku.

delapan tahun sudah aku menyerahkan hidupku buat Tuhan. dan di tahun ke delapan (new beginning) aku merasa harus benar2 menyerahkan hidupku bukan lagi untuk memperoleh apa yang kuinginkan, tapi membiarkan Tuhan memakai hidupku. membiarkan kehidupanNya yang benar2 nyata di dalam ku.

aku ini cuman orang berdosa yang diampuni dosanya. orang yang pernah mundur dan lari namun disambut kembali. orang yang pernah jatuh dan ingin mati tapi diberi harapan untuk hidup dan bangkit lagi. semua karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihi..

thanks for Your mercy and grace, Lord Jesus.
i have You in my life. and it's more than enough.








Senin, 13 Mei 2013

Lovely Sunday

Lovely Sunday!
I've never had a beautiful Sunday like this before. haha.

Pertama. dimulai dengan diskusi agak panas di mobil karena terkait tritunggal dan denominasi gereja bersama Koko yang adalah Saksi Yehuwa, dan Mama saya. tapi ada satu hal yang saya tanyakan pada Koko saya yang sangat saya harapkan dapat menyentuh hati dan imannya. ttg pengenalan akan Kristus. saya coba tanya ke dia, kenapa Paulus bisa bilang, bahwa pengenalan akan Kristus yang paling berharga, kenapa dia ga bilang pengenalan akan Yahwe? hm,..

kedua, Ke gereja terlalu pagi. i arrived at the church at 9AM. HAHA. karena terlalu pagii, kami muter2 bentar lalu ke gereja itu, dan melanjutkan obrolan-seru kami sampai kami merasa sudah mulai banyak orang yang datang dan kami pun masuk. guess what then? i met a very friendly lady there. not just her but also the young pastor of that church. they welcomed us with open arms. that's one of incredible things i found in australia. dan dengan kemampuan berbahsa inggris pas-pas an saya coba menjawab setiap pertanyaannya dan berusaha menceritakan beberapa hal tentang indonesia dan Ambon as well. wkkwkw.
saya juga melihat ada baju dari kertas yang mereka gantung di dinding jalan masuk ke ruangan ibadah. buagus pol. nti cek facebook aja ya utk fotonya :P. waktu ibadah selesai, mereka memberi mama saya sebungkus cokelat bubuk sebagai hadiah Mother's Day. setelah itu waktu kami berdiri sambil melihat kerajinan yang terbuat dari kertas, kami pun berbincang-bincang dnegan seorang wanita yang juga friendly. i really like her! tak lama, akhirnya kami dijemput koko. waw! walau singkat namun menyenangkan! ^^

ketiga, the preaching. so sodari2, walau blog ini ada inggrisnya dikit2.. dan walau ketika saya ngomong mereka mengerti tapi bukan berarti im good in listening. wkwkkw.. saya harus kerja keras utk bisa mengerti. bener2 harus pay attention. haha. dan sempat di awal saya sedikit cemas karena yang khotbah ngomongnya cepat dan artikulasinya kurang jelas di telinga saya. tapi pujiii Tuhannn... saya mengerti point pentingnya hahaha.. dan bener2 itu sangat pas dengan pergumulan kami. saya benar2 bersyukuuuurr... Tuhan sangat baik, Dia mengerti dan Dia tahu apa yang kami rasa, dan Dia menjawabnya. kami mungkin tidak melihat tapi kami tahu apa yang sedang Dia kerjakan dalam kehidupan kami. how i love You dear God. :') poin yang kami dapat adlah tentang Hana yang mempersembahkan Samuel kepada Tuhan. Isnt it an amazing topic? ^^

keempat, kami pulang dari ibadah dan akhirnya mampir ke pasar pagi di daerah dekat situ. banyak sekali stand2, mereka menjual berbagai hal, bahkan ada stand utk body painting, aksesoris, pakaian, bumbu masakan, makanan anjing, and so on. yg interesting adalah kerajinan dari kerang. bagus2.. mereka merangkainya dengan sangat baik. di stand lain saya melihat ada gelang mirip yang saya temukan di indonesi, bahkan juga ada cincin yang sangat mirip bahkan kupikir sama. haha.saya tak tahu dari mana barang2 itu sebenarnya berasal.

kelima, saya dan mama saya mau membantu menjaga anak Koko saya karena pada sore itu mereka harus ke pertemuan Saksi Yehuwa itu. tapi karena ada undangan makan malam di rumah teman Koko saya, akhirnya kami ikut pada jam itu juga. saya pikir kami akan di luar ternyata dia menyuruh kami untuk masuk dan duduk bersama. dan waw. percayalah they are not monster indeed. they;re human being like us, and really friendly as well. they like to talk with us. so far, i enjoyed to be in the meeting. and saya sadar, saya sebenarnya ingin minta izin kalo memungkinkan saya datang dalam meeting mereka, tapi yah ternyata my brother made first move. wkwkw. its not because i want to change my belief, it's just i was looking the topic where i can use to open the discussion with my brother before. dan sungguh luar biasa bahwa meeting hari itu adalah tentang hati yang mengenal Yehuwa. waw, bukankah pagi itu saya sudah sempat menyinggungnya ttg pengenalan akan Kristus? hehe. saya sangat percaya Tuhan tidak tinggal diam. setelah dari meeting, kami ke rumah teman Koko untuk makan malam. saya sangat menyukainyaa.. karena selain makanan dan dessert yang enak, i also had two frriends as well. they're both pretty. yang paling muda bisa menggambar dan dia sangat berbakat menurutku dan kami telah sepakat akan bertemu lagi ketika mereka kembali dari liburan,

ke enam. saya bahagia. karena Tuhan begitu nyata dan luar biasa. saya belajar banyak dan sangat terinspirasi. saya berharap saya dapat melakukan lebih utk kemuliaan Tuhan. thanksGod.

well, have a nice day everyone! :)

Sabtu, 12 Januari 2013

need of 2013

hellow world!

akhirnya saya muncul lagi..mwahahaha..
ahh mungkin agak sedikit telat ya munculnya,
biasanya orang2 pada muncul di awal tahun, 
eh ini malah muncul nya di tanggal 12 masih bulan 1 di tahun 2013..

belajar dari tahun 2012,
saya agak kapok jadi diri saya..
mwahhaa..
saya kapok bikin banyak resolusi, karena saking semangatnya pengen menjalani 2012,
eh ternyata yang ditemukan di luar perkiraan yang bikin saya kewalahan hehe

kalo ditanya, resolusi.. gak ada.
gak ada lagi yang wah kayak di tahun 2012..

satu hal yang sadari adalah,
saya membuat resolusi karena hanya dasar INGIN. bukan butuh,
saya begitu INGIN melakukan ini itu,
tanpa menyadari bahwa ada sesuatu yang HARUS saya BUTUHkan..
akibatnya,
saya teler..


yak,
selama hampir dua minggu ini, setelah menjalani hari-hari yang masih saja penuh dgn kesibukan,
namun sedikit menyenangkan,
akhirnya ada beberapa hal yang saya simpulkan, mengenai apa yang saya butuhkan tahun 2013.

kenapa saya ngomong ttg apa yang saya butuhkan,
karena itu yang memang saya butuhkan,
saya bukan sedang bertindak egois, no no no..
saya sedang berusaha hidup seimbang..

saya tidak mungkin memberi apa yang saya tidak punya.. :D

jadi mari kita lihat apa yang saya butuhkan untuk menjalani tahun 2013 yang penuh kejutan ini: 

satu. pengetahuan.

saya bersyukur banget karena Tuhan memberikan saya hadiah natal berupa kehadiran orang yang luar biasa dalam hidup saya di Ambon. siapakah? ibu Linda Bustan, mentor saya.. :D kehadiran beliau benar-benar membawa setitik embun di tengah kekeringan rohani saya yang tidak dapat saya mengerti. aneh ya. saya melayani di gereja tapi saya kering. saya tiap hari mendengar rekaman khotbah, tapi saya merasa ada ketidak puasan dalam batin saya. inti yang saya dapatkan selama beliau berkunjung ke Ambon adlah : tentang pengetahuan. bagaimana saya memahami orang lain (praktek kasih) dan bagaimana saya mendapatkan pengetahuan agar saya tetap efektif dalam melayani. konkretnya, beliau menyarankan saya untuk mulai memanage hidup (bukan sekedar waktu) dan menyarankan saya untuk mulai membaca buku yang berguna bagi pelayanan saya. (sampai sini saya ingat ada lebih dari 5 buku yang saya beli di tahun 2012 dan belum selesai terbaca - ampunilah aku Tuhan). selain itu saya bersyukur diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang dari denominasi gereja lain, yang cinta Tuhan. haleluya! kudu makin semangat melayani :D

dua. tertawa.
tertawa. tertawa. tertawa. lebih banyak lagi tertawa. saya percaya bahwa Tuhan ingin saya menikmati hidup yang Dia anugerahkan, kasih yang dinyatakan dalam ciptaan-Nya (yg ada dalam batasan-Nya), karena saya diciptakan sebagai manusia yang memiliki perasaan, dan tawa adalah obat yang memang manjur.. :D jadi saya harus berterima kasih pada Nya karena mempertemukan saya dengan kpop world hahahahhaa.. ehmm.. seperti FTISLAND (the warmest), Running Man (the funniest and craziest), Innocent Man/Nice Guy (the most emotional).. saya memang tidak mungkin menggantungkan kebutuhan saya pada ketiga hal itu karena sukacita adalah sesuatu yang ada di dalam hati. (btw poin ini berbicara ttg tertawa dna bukan sukacita ya). saya hanya bisa bersyukur dan mendoakan agar mereka yang saya temukan dalam kpop/korean entertainment ini bisa terus dipakai Tuhan untuk menjadi berkat dan inspirasi bagi orang lain untuk terus tetap hidup dan terutama semakin dekat Tuhan (entah bagaimana caranya).

saat tulisan dipost ini, saya masih menonton episode 26 Running Man masih terdiri dari 9 member ini, nah yang pake topi itu si Song Joong Ki main di drama Innocent Man/Nice Guy (saya sempat share dikit perasaan saya di postingan sblm ini :D)
 
hal lain yang berkaitan dengan tertawa sebetulnya adalah sikap positif dlm Tuhan. bukan berarti bahwa sikap positif selalu ada dalam suasana tawa, bahagia.. namun akhir-akhir ini saya belajar untuk menjadi positif bahkan di dalam suasana yang sebaliknya saya sebutkan tadi. dunia ini sudah tercemar dosa. karenanya penderitaan, kesedihan, kejahatan, semua yang negatif2 itu tetap akan ada. pada dasarnya saya pikir kita semua butuh itu semua untuk menjadi lebih dewasa.


tiga. keluarga.
saya bersyukur dengan keluarga saya apa adanya. walaupun saya masih suka menggerutu. tapi saya berusaha menjadi positif dengan cara berusaha melihat rencana Tuhan dalam keluarga saya.


empat. kesehatan.
karena hidup ini bukan tentang saya lagi, makanya saya harus jaga kesehatan. :D


malam semakin larut. saya istirahat dulu. :P
 nanti sambung lagi. hehehe..

:D

Rabu, 12 Desember 2012

setitik embun

agak gila memang karena sekarang waktu menunjukkan pukul 6 pagi kurang 10 menit dan diriku sama sekali belum tidur. agak pusing memang. tapi inilah kegilaan bagai embun yang kutemukan setelah berjuang melewati malam.

saya baru selesai menyaksikan disc terakhir  yang berisi 4 episode terakhir dari K Drama "Innocent Man" atau "Nice Guy". saya tidak akan menjelaskan bagaimana cerita drama ini, karena terlalu mengagumkan. saya bukan penggemar KDrama, tapi film ini adalah yang pertama saya temukan itu pun secara tidak sengaja melalui tv kabel. hanya menyaksikan satu episode saja membuat saya langsung tertarik dan penasaran. akhirnya sebulan kemudian baru kesampaian membeli DVD nya.

saya menyebut drama ini sebagai titik embun yang benar2 memberikan sedikit kelegaan untuk emosi saya. mungkin karena akhir2 ini saya begitu penat, dan sudah lama tidak mengalami jatuh cinta lagi. hahaha. memang drama ini termasuk melo drama. tapi saya banyak belajar ttg kasih disana. yang cukup membuat saya melepaskan perasaan saya. haha. terlebih lagi karena mengingatkan saya tentang Tuhan, dan film ini happy ending lho. itu yang paling melegakan. saya menikmati setiap emosi yang ditimbulkan krn film ini. saya sangat ingin menulis tentang pelajaran yang saya petik dari film ini. sekali lagi. saya berterima kasih kepada Tuhan.

semakin saya kagum pada kekuatan cinta manusia, even just in drama *agak gimana ya :P* tapi saya selalu teringat apa yang Tuhan buat saya jauh lebih dari itu. i'm just amazed/ mungkin saya tidak akan pernah bersyukur ttg berharganya kasih dan kehidupan kalau saya tidak mengalami penderitaan. cinta itu gila, tapi itu lah yang membuat Tuhan di Surga harus datang sebagai manusia, meninggalkan segala kemuliaanNya dan utk pertama kali dan terakhir kali Dia harus menjadi manusia, menderita, menanggung segala kesalahan kita.

mulai wes.
saya pikir seharusnya ada sesuatu di dalam film ini yang seharusnya memberikan kita pelajaran ttg kehidupan dan tentang Tuhan. ehm. itu tugas saya, saya harus mencarinya. saya harus berjuang untuk orang-orang yang saya kasihi.

yah sampai disini dulu.
ini link lagu yang dinyanyikan sama tokoh utamanya, Gang Ma Ru (Song Joong Ki)
 


ini saya kasih translated lyrics nya,

We were in love, really
We liked each other,  really
Felt like going crazy, felt like
I’d burst, really
So let’s leave now again
I miss you again  today
Because you remain in my heart and I can’t erase you, really,
I’m  hurting like this
Because I love you, tears fall
Because my  heart hurts, tears fall again In case
I lose you again, in case I lose you  again
My two eyes only look at you
Look at me, who loves you
Because tears fall  like this, because tears keep falling,
Even if I’m born again, even if I’m  born again, it’s you
I said that I hate the start of goodbyes
But  if I love again, if I miss you, really,
Can you come back?
Because I love you, tears fall
Because my  heart hurts, tears fall again
In case I lose you again, in case I lose you  again
My two eyes only look at you
Look at me, who loves you
Because tears fall  like this, because tears keep falling,
Even if I’m born again, even if I’m  born again, it’s you
I only see you
I’m waiting and waiting for you
In case you  come back, in case you come back again
Even if I’m rained on, even if I walk  in the snow
Even if I’m born again, it’s only you
saya tiba2 berpikir apa yang terjadi bula Tuhan menghilangkan saya dari ingatanNya? karena kesalahan2 yang telah saya perbuat?  untungnya tidak......... lewat lagu ini benar2 memukul saya.. untuk kembali padaNya..kadang2 kita perlu belajar untuk memahami perasaan Tuhan sebagai manusia.. hm.. itu saja untuk hari ini. mata saya bengkak. haha. okelah. skali lagi, danke banyak Roh Kudus yang menemaniku menonton drama ini.. :')

God bless you.

Selasa, 09 Oktober 2012

when it's hard to choose

dengan terisak-isak, saya menatap ke lantai,
dia menghampiri saya dengan begitu geram,
hanya karena saya harus memilih

"kamu pilih dia atau saya?"

"saya pilih kalian berdua"
saya menjawabnya dengan terisak-isak, pandangan saya kabur,
saya mencoba mengangkat kepala saya, dan melihat wajahnya
yang memerah dan berlinang air mata, dengan nada yang lebih keras dia bertanya,

"skali lagi saya tanya, kamu pilih dia atau sayaa??"

"saya pilih kalian berdua.."

dia lalu pergi meninggalkan saya,
di tengah keramaian anak-anak SD seusia kami yang sedang bermain,
saya merasa begitu sunyi hanya karena tidak mendengar suaranya lagi,

saya kembali ke kelas dan berpikir lagi,

salah kah saya memilih demikian? salah kah saya untuk tetap berteman dengan mereka berdua?
kenapa saya harus memilih salah satu dari mereka hanya karena mereka tidak berteman lagi,

apa yang harus saya lakukan?

saya tidak bisa menyenangkan semua orang.
tapi bukankah saya masih bisa mengasihi semua orang?




Kamis, 27 September 2012

Sehat walau Sibuk

Sehat walau Sibuk,

bukan mustahil malah mungkin,
kalau kita punya kemauan,

bukan susah malah gampang,
kalau kita ingat hasilnya,

bukan cuman impian malah kenyataan,
karena itu yang Tuhan inginkan dari kita.

setelah menyadari bahwa saya harus hidup sehat jasmani karena ada tujuan Tuhan yang harus saya kerjakan dalam hidup ini, saya tidak bisa lagi mempertahankan kebiasaan hidup saya yang lama, khususnya dalam hal memilih makanan, dan pola tidur saya.

awalnya saya berpikir, karena alasan ingin mengerjakan visi, saya harus rela bayar harga, tidur larut malam yang sering jadi tidur subuh, nah saya pikir semua itu memang layak saya kerjakan utk sebuah visi. sepertinya untuk beberapa waktu Tuhan mengizinkan saya ada dalam pemahaman seperti itu supaya dapat belajar dan melihat sendiri bagaimana konsekuensi pilihan hidup seperti itu. dan hasilnya? saya tidak bisa mengatakan segala sesuatu berjalan dengan baik seperti yang saya inginkan. tidur larut malam, mengorbankan waktu istirahat, mengkonsumsi makanan-makanan apapun yang ada di depan saya tanpa berpikir panjang hanya untuk menemani saya dalam beraktivitas sehari-hari.

akibatnya? berat badan bertambah, tubuh lemas, tumpukan lemak mulai terlihat dimana-mana, sakit kepala, kurang fokus, kemampuan mengingat berkurang, kadang pun bisa jadi lebih sensitif dan jadi marah-marah/sedih tak jelas. memang harus diakui, bekerja di waktu-waktu tersebut ada enaknya juga. bagi saya sih, karena pagi sampai pukul 9 malam saya harus bekerja di toko, maka setelah itu adalah waktu-waktu yang nyaman untuk saya mulai mengerjakan hal-hal yang suka. tapi ternyata saya menyadari waktu saya bersama keluarga harus dikorbankan. karena komputer saya bekerja sudah dipindah di toko, jadi waktu malam saya lebih banyak menghabiskan waktu sendiri.

Jadi, sampai disini, waktu saya renungkan lagi, sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi yang harus saya kerjakan. tidak ada yang salah dengan Tuhan apa lagi. tujuan hidup tuh layak diperjuangkan. namun yang jadi masalah adalah ternyata saya sendiri. saya sendiri yang tidak bisa mengontrol diri saya dan salah membuat prioritas, salah menerapkan kebiasaan-kebiasaan saya dan tidak mengatur waktu dengan baik. yang akhirnya, hidup saya jadi tidak seimbang. dulu saya berpikir semua rasa tidak enak yang saya alami adalah harga yang harus saya bayar. tapi seiring waktu ternyata sebagian besar adalah konsekuensi dari pilihan hidup saya di masa lalu. saya yang tidak bijak dan bertanggungjawab dalam hidup saya. dan saya malah mencari alasan untuk memaklumi keadaan saya dengan berkata pada diri saya: inilah harga yang harus saya bayar.

sebulan ini saya banyak diingatkan tentang hidup yang sehat, lalu pengendalian diri dan akhirnya terakhir yang bikin saya DONG  karena kalimat yang diucapkan Ahok waktu wawancara TV One dengannya. saya bukan hidup untuk diri saya sendiri lagi. karena itu saya harus bertanggung jawab menjaga kesehatan saya. :D

nah, akhirnya saya pun mulai berjuang mulai dari hal-hal kecil:
memperhatikan menu makanan saya, memperbanyak buah dan sayur, mengurangi cemilan yang tidak sehat, minuman yang terlalu banyak mengandung gula, memperbanyak minum air putih, tidur lebih awal, bangun lebih pagi, dan yang pasti olahraga dan ada dalam persekutuan dlm Tuhan melalui doa dan Firman Tuhan. yang paling terasa bedanya ketika saya mulai menerapkan buah Roh : Pengendalian Diri.  karena semua yang saya sebutkan di atas sangat memerlukan yang namanya Pengendalian Diri. lebih jelasnya, akan saya coba bagikan lagi di catatan-catatan selanjutnya. :D

akhir kata, saya bagikan sedikit link yang bisa membantu kita semua kalau lagi sibuk dan ingin melakukan gerakan olahraga, nah semoga ini berguna ya.

http://www.wrp-diet.com/be-active-at-the-office/#more-4391

dan ini sedikit foto yang sedikit memotivasi saya di waktu yang lalu untuk hidup sehat. mana tahan liat mereka di bawah ini. :D mereka adalah FTISLAND. akan saya ceritakan lagi nanti. haha. really thank God for them.
alright then, sekian catatan hari ini. God bless you ^^

:: FT Island  ::



Senin, 24 September 2012

Bukan Untuk Aku lagi

Karena Hidupku bukan untuk aku lagi

Pasti gak asing sama kalimat di atas bukan? :)
Atau versi lainnya begini:

"Karena hidupku bukan milikku lagi"
"Hidupku tak kan sama"
"Kalau ku hidup ku hidup bagi-Mu"
"Hidupku tuk memujiMu, membesarkan-Mu"
"Aku hidup, namun bukan lagi aku yang hidup"
Dan seterusnya, dan seterusnya..

Kata-kata di atas bukan saja kita temukan di alkitab, tapi sebagian besar sudah menjadi bagian dari lagu-lagu bertema kekristenan dewasa ini. Lagu-lagu yang sering pula kita nyanyikan di gereja dan berbagai persekutuan.

Bukan itu saja, kita punya ayat favorit kalau berhadapan dengan perokok aktif: "Taukah kamu bahwa tubuh-mu adalah bait Allah"
Lho? Apa hubungannya?

Begini,
Saya mau share sedikit apa yg menampar saya akhir-akhir ini, hubungannya tentu saja dengan dua hal di atas.

Pasti tahu Ahok kan? Iya calon wakil gubernur DKI yang ganteng dan berkharisma itu.. #eaaa #abaikan
Nah beberapa hari yang lalu saya nonton sebuah wawancara sebuah stasiun tv nasional dengan dia. Dalam wawancara itu Ahok sempat cerita ada seseorang yg bilang sama Ahok, agar dia harus menjaga kesehatannya, "karena kamu hidup tuh bukan utk diri kamu lagi, tapi untuk orang lain. Kamu harus sehat. Banyak orang yg memerlukan kamu".

Walaupun saya yang sementara sibuk melayani orang di toko, kata-kata itu benar-benar nancap dalam pikiran saya.

Sampai sini apakah Anda bisa menghubungkan dua hal yg saya sebutkan di atas? :D

Buat saya, menyadari bahwa tubuh saya milik-Nya yang telah ditebus, tubuh tempat Dia berada, itu berarti saya punya tanggung jawab utk menjaga tubuh saya. Supaya apa? Supaya hidup saya dapat dipakai Tuhan dan berguna bagi orang lain. :D

Menjaga kesehatan tubuh karena tubuh kita adalah Bait Allah bukan saja berlaku untuk para perokok (biasanya kita kan suka ngutip ayat ini hehe), tapi ini berlaku utk setiap kita. Coba deh perhatikan bagaimana pola hidup kita? apa yang kita konsumsi tiap hari, lebih banyak yang sehat atau 'racun' yg kita konsumsi? bagaimana waktu istirahat kita? Cukup? Kurang? Sehat kah? Atau sebaliknya? :D

Sebagai anak Tuhan yg sadar hidupNya milik Sang Penebus, kita harus sadar kita punya tanggung jawab menjaga tubuh kita agar tetap sehat, nah apalagi kalo kita diberi kemudahan utk memperoleh makanan sehat. Kalo kesempatan yg ada itu kita gunakan utk merusak tubuh kita, bayangkan perasaan Tuhan gimana ya. :(
Kita sehat bukan supaya kita bisa menikmati dunia, atau hidup buat diri kita. Kita kudu sehat karena kita tahu ada rencana Tuhan dalam hidup kita . Ada hal yg harus kita capai utk Dia, ada keluarga yg butuh kita, ada teman-teman, ada kota kita, ada bangsa kita. Tuhan ciptakan kita utk tujuan-Nya yang mulia. Jangan sampai sikap masa bodoh kita terhadap kesehatan bikin kita gak maksimal.

Belum terlambat utk berubah. Belum terlambat utk hidup sehat. :D saya juga lagi belajar nih.. Hehe. Besok atau lusa saya coba post beberapa hal praktis yang sudah dan akan saya lakukan.. :D dan yg pertama sedang saya lakukan adalah menghindari begadang terlalu malam. Kenapa? Karena saya mau tidur lebih awal. Hahaha..
Ya nanti deh ya saya bahas lagi di postingan selanjutnya!
Sampai jumpa!^^


God bless you. :)

Powered by Telkomsel BlackBerry�

Birthday and Prayer

Sebelum September yang berlalu sangat cepat ini berakhir,
saya mau berbagi sedikit..:D
Tanggal 15 kemarin saya ulang tahun lhoo.. :D
setiap orang pasti merasakan kalo hari ulang tahunnya merupakan hari yang spesial.
itu pasti. tapi kali ini saya melewatinya dengan cara yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Satu.
Tanggal 15 September itu jatuh di hari Sabtu.
dan saya tidak mendapat ucapan selamat ulang tahun dari keluarga saya, kecuali adik saya. :D
masalah ? agak. sebenarnya berharap ada ucapan sedikit lah, tapi ternyata gak. ya sudah. jalani aja.
tapi yang bikin saya sedikit bersyukur karena diberi kesempatan untuk masak nasi goreng tanpa MSG. Tanpa MSG, jadinya saya gak pake tuh bumbu2 instan nasi goreng yang kami jual di toko. hari itu saya mencoba resep saya sendiri. alhasil? tak ada komentar sih enak apa gak, tapi saya percaya Papa saya fine2 saja. haha. oh ya hari itu Mama saya masih di Maluku Utara, jadi makanan kami seadanya saja. karena saya dan Papa saya berdua saja di rumah. :D

melayani di hari ulang tahun itu kesempatan yang indah lho,
apalagi melayani orang tua yang telah membesarkan kita! Istimewa! :D
gak perlu menuntut mereka harus melakukan sesuatu buat kita,
kitalah yang kudu melakukan sesuatu :D
dan jangan cuman sampai di hari yang spesial itu aja,
namun tiap hari :P hehe

Dua.

sebelum tidur saya sedikit termenung, kenapa keluarga saya begitu dingin dan kaku untuk hal ini.
khususnya antara saya dan papa saya untuk hal-hal begini.
kakak saya yang saksi yehuwa pun demikian, tidak ada kabar. Saya sih berharap andaikan ada satu sapaan saja buat saya di hari itu. ternyata tidak.
waktu saya memandangi layar hape saya, ada suara dalam hati saya yang berkata,
"kenapa gak kamu aja yang duluan?"


akhirnya saya mulai mengirim pesan teks buat kakak saya.
hanya ingin bilang bahwa saya bersyukur mempunyai kakak seperti dia sampai saya
sudah berumur 24 tahun.
hahaha. agak gimana juga ya, karena gak dapet ucapan trus jadinya bilang terima kasih duluan.:P
saya hanya ingin mengutarakan perasaan saya sekaligus menghormati dia yang tidak memberi ucapan kepada saya krn kepercayaannya. jadi seperti itulah. :D

hal serupa juga saya kirim untuk Mama saya.
saya berterima kasih kepadanya karena telah menyayangi saya selama 24 tahun ini. bla.bla.. dst. hehe.
saya juga mengirimkan pesan seperti itu untuk adik saya. tapi tidak ke papa saya.
saya mau percaya saja sekalipun dia tidak berkata apa-apa tentang ulang tahun saya.
saya tahu dia mengasihi saya. haha. saya sudah cukup dewasa untuk tidak down karena hal ini. ;)

di hari itu saya sadar, terkadang kita lebih menuntut orang-orang disekelilingi kita melakukan apa yang kita suka, tapi cobalah belajar untuk berterima kasih lebih dahulu untuk kehadiran mereka. tanpa mereka kita pun tidak bisa jadi seperti kita sekarang kan.


besoknya, saya dapat sms balasan dari kakak saya.
lega deh. :D

Tiga. 
"tidaaaaakkk.. waktu saya di dunia ini makin sedikit!!! #histeris
sadar atau tidak umur kita setiap hari bertambah satu hari. dari perspektif lain, ternyata sehari demi sehari kita makin dekat sama hari kematian kita. aneh ya ngomong gini di hari ini. lah emang kenapa juga toh? HAHA.saya percaya kalo kita punya pandangan yang benar tentang kematian kita, maka cara kita memandang hidup pun jadi bed
a. kita tidak tahu kapan kematian menjemput kan, jadi jangan tunggu di hari ulang tahun baru mau bertobat dan memperbaharui komitmen. tidak perlu nunggu satu tahun baru bersyukur. bersyukurlah tiap hari. jangan tunggu smp hari ultah baru tanya "Apa yang Engkau ingin aku kerjakan, Tuhan?" tanyakan tiap hari. jangan tunggu smp hari ultah baru mau mengasihi keluarga, teman2, org2 disekitarmu, lakukanlah setiap hari. krn kita tdk tahu kapan kita mati.

jadi, hari ini bukan saya saja yang umurnya ditambah jadi genap 24, tapi umur Anda juga bertambah SATU HARI! jadi selamat ulang tahun "hari" yang ke.. *sebut saja sendiri* ^^ mari bersyukur setiap hari. Tuhan Yesus memberkati kita semua. semangaaatttt"
nah itu tadi status fb saya pas di hari Sabtu itu. :D
tak perlu kujelaskan lagi yah.:D 

Empat.
ini ada sebuah doa
kudapat dari buku "Heart for A Friend"
kucari-cari bukunya entah dimana,
kebetulan saya sempat menyalinnya di komputer
tapi saya lupa menyertakan keterangannya. >.<
semoga memberkati ya!
God bless you :)

Tuhan, Engkau mengenalku lebih baik daripada aku mengenal diri-ku sendiri.
Usiaku terus bertambah, dan suatu hari nanti aku akan menjadi tua.
Jaga aku agar tidak menjadi cerewet, dan terutama dari kebiasaan fatal yang berpikir bahwa aku harus mengatakan sesuatu untuk setiap hal dan di setiap kesempatan.
Lepaskan aku dari keinginan untuk mencoba meluruskan masalah setiap orang.
Bebaskan pikiranku untuk tidak lagi mengulang detail-detail yang tak ada habisnya-beri aku sayap untuk langsung menuju pokok permasalahan.
Aku meminta karunia yang cukup agar aku mampu mendengarkan kisah rasa sakit orang lain.
Tolonglah aku untuk menjalaninya dengan kesabaran.
Namun, cegah mulutku untuk membicarakan rasa sakitku sendiri.
Rasa sakit itu semakin bertambah,
dan kesukaanku mengulang-ngulangnya menjadi semakin manis seiring berjalannya waktu.
Aku tidak berani meminta agar daya ingatku meningkat,
tetapi aku memohon bertambahnya kerendahan hati dan
berkurangnya sifat keras kepala saat ingatanku tampak berbenturan dengan ingatan orang lain.
Ajari aku pelajaran yang berharga bahwa kadang kala aku melakukan kesalahan.
Buatlah aku penuh perhatian, tetapi tidak tergantung perasaan;
suka membantu, tetapi tidak suka memerintah.
Beri aku kemampuan untuk melihat hal-hal baik di tempat-tempat yang tak terduga,
dan talenta dalam diri orang-orang yang tak terduga.
Dan beri aku, Tuhan, karunia untuk memberitahukan itu kepada mereka.
  
Beberapa orang, seberapa pun lanjut usia mereka, tidak pernah kehilangan kecantikannya – mereka hanya memindahkannya dari wajah  mereka ke hati mereka.