Minggu, 04 Desember 2016

Changing


Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali menulis. melihat-lihat tulisan saya sebelumnya membuat saya senyum-senyum. Ternyata begitu cara saya menulis, begitu proses yang saya alami waktu itu. ternyata saya juga mengalami sakit parah juga. Haha. sakit karakter.  tapi ya memang manusia kan harus terus berkembang? Jadi boleh deh ya kalau saya klaim saya sedang mengalami perubahan.

Ngomong-ngomong tentang perubahan, saya rasa proses hidup saya khususnya dua tahun terakhir ini banyak mengikis karakter saya yang aneh-aneh. Dan... juga memunculkan sifat saya yang sebenarnya, yang sudah terpendam lama, yang tidak pernah saya duga dan saya sadari. Termasuk juga menghasilkan model saya yang uaneh2, tapi positif tentunya. Haha.

Masih seperti biasa, bagaimana saya menulis mungkin tidak formal yang gimana gitu. Karena lebih ke refleksi hidup. Jadi jangan berharap saya akan memakai kaidah dan EYD. Jadi selamat menikmati pola pikir saya yang rumit (warning), idealisme, self talk, celoteh, apa saja.
Okay, ready?
Mari kita mulai...
Mulai dari mana ya tapi? Pertanyaan bagus. Wkwkw.

Ok, saya pikir akan lebih baik bila saya ceritakan dulu beberapa hal yang berubah dalam diri saya.
  • Saya sekarang di kota Surabaya sejak Agustus 2014.
  • Saya sementara mengambil studi lanjut Manajemen Sekolah di salah satu universitas Kristen di Jakarta namun berkuliah di Surabaya. Di samping itu, supaya bisa segera mengaplikasikan apa yang saya pelajari, saya juga mengajar di salah satu sekolah swasta yang berada di bawah departemen agama. perpindahan dari seorang desainer menjadi seorang guru. Bagaimana saya menulis tentang kehidupan saya dalam bidang pendidikan dapat dibaca di http://pinewstand.wordpress.com. Sebelumnya jangan kaget karena disana juga lama belum diupdate. :P
  • Saya ingin merayakan sekaligus mengingatkan saya sendiri akan komitmen saya untuk mengkonsumsi makanan dengan cara yang benar dan sehat. Tahun ini saya mulai mengubah pola makan saya, dan mulai berolahraga. Nah olahraga ini memang dari dulu cuman jadi impian belaka. Wkwkw. Akhirnya saya bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk melakukannya. Olahraganya sederhana, cuman lari pagi atau sore. Hehe. Asik. Seru. Karena lari sendirian, saya bisa punya waktu banyak untuk merenung. Yay! nah sebetulnya ketika saya datang ke surabaya, berat badan saya naik drastis. Tidak tanggung-tanggung hampir 10 kilo. Walaupun penampakannya tidak menyolok, tapi cukup membuat banyak rekan yang bertemu saya langsung menyadari perubahan diri saya yang kasat mata itu. hadooh. Haha. akhirnya saya juga mikir untuk mulai mengendalikan nafsu makan saya. dan melalui beberapa strategi, sejauh ini akhirnya saya sudah berhasil turun 7 kilo. dalam kurang lebih 2 bulan. Hoho. Semoga tetap bertahan.
  • Beberapa perubahan lainnya. :P saya pikir tidak cukup space untuk membahasnya disini. *sebenarnya sih sudah ngantuk* wkwk. intinya saya bersyukur masih ada dalam rancangan Tuhan, masih dipegang Tuhan, walau sudah nakal bandel amit-amit, tapi ya Tuhan tetap sabar. Sabar banget. *terharu*. Karena itu biarlah perubahan-perubahan  positif yang mengambil tempat di hati orang-orang sekitar saya, semua saya persembahkan kepada Tuhan yang menciptakan saya. sekalipun di antaran perubahan yang baik masih ada juga mungkin yang gimana gitu. Maksud saya, bagi beberapa orang lain saya berubah jadi aneh. Hahah. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, apalagi Tuhan. karena saya percaya Tuhan selalu baik.

 saya rasa sampai disini dulu, sedikit pengantar untuk memasuki babak baru (lagi) dalam tulisan saya. hehe. 













Selasa, 18 Februari 2014

Kenangan Cerita Ayah


Malam ini ada yang berbeda di toko. saya bertanya tentang dulu bagaimana ayah bekerja di tempat kerjanya yang lama. Ayah pernah jadi sales, lalu kepala gudang, sementara ibu menjaga toko di rumah sambil membesarkan kami yang masih kecil ini. ini untuk pertama kalinya saya bertanya seperti itu ke ayah saya. Dan dia terlihat antusias menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya. saya jadi ikut terkagum-kagum melihat semangat kerja dan daya juangnya waktu itu. dari sanalah orang tua saya juga akhirnya bisa membeli beberapa mobil angkutan umum yang yah walaupun juga harus kredit dan dibantu seorang teman tapi tidak membutuhkan waktu yg lama untuk melunasinya.

Ayah tidak panjang bercerita tapi ada saat dimana saya akhirnya merenung.

Mereka melalui berbagai hal yang tidak enak. Disalah mengerti. Dicurigai.  Dan berbagai tantangan lainnya. Mobil itu mungkin sudah tidak ada lagi. Tapi ceritanya masih ada. Masih berkesan. Masih menyentuh. Masih menginspirasi. Orang tua saya mungkin tidak memberikan harta yang cukup banyak untuk dinikmati anak dan cucu, tapi hari ini saya mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar harta materi. Saya merasa lebih mengenal ayah saya, saya mendengar ceritanya. Saya belajar sesuatu yg baik dari pengalaman hidupnya. Dan itu pasti akan menjadi harta yang berharga bukan cuman untuk kami anak-anaknya, tapi buat anak-anak kami nantinya.

Buat kita yang masih punya orang tua, apapun keadaan mereka, kita bisa belajar sesuatu dari hidup mereka asalkan kita mau lebih banyak duduk mendengar. Mereka bukan malaikat, jadi masih bisa berbuat salah, masih bisa menyakiti hati kita, tapi apapun keadaan mereka, Tuhan telah memilih orang tua yang terbaik untuk kita, sama seperti Dia juga telah memilih anak (kita) yang terbaik untuk mereka. Pasti selalu ada tujuan mengapa kita ada dalam sebuah keluarga.

Buat kita yang akan menjadi orang tua, sedang menjadi orang tua, saya berefleksi dari apa yang orang tua saya lakukan, karena mereka sering bercerita tentang ayah ibu mereka. Harta pasti habis, tapi kenangan akan tetap tinggal. Jadi mari berikan lebih banyak kenangan manis untuk anak-anak kita agar mereka tahu bahwa mereka dikasihi, berharga dan hidup mereka layak diperjuangkan dan ketika mereka nanti menjadi orang tua bagi anak-anak mereka, mereka mengikuti teladan kita.


We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future. - President Franklin D. Roosevelt

Selasa, 07 Januari 2014

Greatest Present is His Presence (Part 3) :: New Year Note :: Instagram Week 1

 Peace is seeing the sunset and knowing Who to thank. -Anon

Awal tahun baru penuh dengan kejutan. sekalipun mungkin tidak begitu menyenangkan, tapi akuuu juga akhirnya jadi belajar bahwa kedamaian yang sejati di dapatkan di dalam Dia yang punya alam semesta ini. Pemilik hidupku. ada banyak pertanyaan yang muncul. tapi renungan awal tahun oleh Oswald Chambers ini sudah memberikan INTRO yang baik..

Have you been asking God what He is going to do? He will never tell you. God does not tell you what He is going to do— He reveals to you who He is. Do you believe in a miracle-working God, and will you “go out” in complete surrender to Him until you are not surprised one iota by anything He does?


  
aku menyadari bahwa aku ini.. cuman manusia. dan itu berarti aku pun akan mengalami juga yang namanya kegagalan. pengennya ini itu, harusnya begini begitu. tapi untunglah Tuhan tidak menuruti semua keinginanku yg semaunya ini.


Resolusiku di tahun ini adalah KARAKTER. Karakter yang kayak gimana? ya Karakter Kristus. fufufu. berangkat dari apa yang kudapat, kualami selama pertengahan tahun 2013 sampai saat ini, aku menyadari bahwa Karakter Yesus adalah karakter yang sangaaaaat amat layak diperjuangkan, dan itulah kehendak-Nya. feelingku tahun ini akan juga banyak masalah, akan banyak tantangan, akan banyak ga enaknyaaa.. huaa.. tapi kata-kata ini bener2 melekat kuat di hati, kalo apapun yang akan terjadi. yang penting adalah bagaimana aku bisa bersikap seperti Kristus. HANDLE IT ALL WITH GRACE!!


pagi.pagi. Sabtu pertama di tahun 2014. mulai optimis. membuat gambar ini dan menguploadnya ini ke instagram. ku pikir hari ini aku akan cukup kuat untuk menghadapi segala sesuatu. tapi ternyata. T.E.L.E.R. haha..
 masih di hari yang sama, akhirnya aku diingatkan sama mentorku, alias bapak rohanikuuuu... kalo keadaan aku yang lagi lemah ini.. BAGUS!! ya BAGUS! karena dengan begitu aku bisa belajar untuk mengasihi bukan dengan kekuatanku. lalu. aku jadi 'dong'. kalo karakter Kristus yang ingin kucapai itu tidak..mungkin..bisa..kuraih.. dengan kekuatanku sendiri. justru aku harus belajar berserah, menyerah sama Dia, dan membiarkanNya untuk berkarya melalui aku. duhhh. akhirnya... akhirnyaa... aku sadar ga mungkin memegahkan diri, karena hidup yang kuhidupi sekarang adalah hidup oleh Kristus. semua kebaikan yang bisa kulakukan semua karena Tuhan saja.

and then he told me, "My grace is enough; it’s all you need. My strength comes into its own in your weakness. Once I heard that, I was glad to let it happen. I quit focusing on the handicap and began appreciating the gift. It was a case of Christ’s strength moving in on my weakness. Now I take limitations in stride, and with good cheer, these limitations that cut me down to size—abuse, accidents, opposition, bad breaks. I just let Christ take over!
And so the weaker I get, the stronger I become. 2 Cor 12:9-10


 masih di hari yang sama. seorang teman yang begitu baiknya mau mengirim devotional buat ku. waktu kubaca, mataku ikut berkaca-kaca, hatiku tersentuh sekali. entahlah bagaimana dia bisa mendapatkan renungan itu tapi kuakui aku saaaaaangat bersyukur karena pesan itu datang tepaaat pada waktunya. huhuhu. Tuhan ternyata masih peduli padaku lewat orang-orang disekitarku (iyalah Tuhan sayang ya to T__T).
ini salah satu kutipan favoritku dari devotional yang dia kirim:

 God wants you to know something FAR GREATER
than what you should do next with your life.
HE WANTS YOU TO KNOW WHO HE IS

habis baca ini aku sadar kalo..kalo.. sekali lagi Tuhan bilang yang aku butuh sekarang ini adalah Tuhan sendiri. bukan bagaimana masalahku diselesaikan, bukan tentang apa yang kusebut visiku kapan tergenapi, bukan tentang orang2 yang aku sayangi, bukan tentang merekaaa yang membuat hatiku ketarik2, bukan tentang bagaimana atau kenapa, tapi tentang SIAPA. apa aku semakin mengasihi Dia? apakah Dia lebih penting dari segala yang ingin kucari, lebih dari segala situasi yang kuharapkan?

di titik ini. penting. aku mulai meredefinisi kembali apa yang sempat muncul di pikiranku di awal tahun. tentang GREATER THINGS. aku bertanyaa sama Tuhan. apaaa Greater things yang sedang Engkau sediakan. apakah itu berarti hal2 "besar", material, kesempatan, yang orang lain tidak dapatkan? apakah itu hal2 yang membuat "harga diriku" naik? kalo begini kan GREAT menurut masing-masing orang berbeda. lalu baagaimana?
yang kudapatkan adalah..

HAVING GREATER THINGS means TO KNOW THE GREAT GOD
better, deeper, greater through all things that come to you. 

karena satu2nya yang GREAT dalam hidup ini cuman Tuhan saja, sehingga aku mendefinisikan Greater Things sebagai pengalaman hidup bersama Tuhan yang lebih lagi. ini berarti, bisa hal-hal biasa, masih di toko kecil, mungkin masih dengan pekerjaan dengan gaji kecil, mungkin masih dengan situasi yang sama, tapi yang sekarang berubah adalah pengenalan kita akan Tuhan yang semakin bertambah!! itulah greater things buatku! nah kalo begini, maka semua orang bisa mengalami greater things! buat apa kita merasa "diberkati" dengan hal-hal yang waahhh.. tapi kita ternyata kita ga punya pengenalan akan Tuhan... nah loh.. pilih mana? 

dan bukan kebetulan juga bila bapak rohani ku ngasi statement. "ini bukan tentang dimana kamu berada... tapi tentang pola pikirmu!" jedueer. jdeng. bum. #horee
Yaahh itu menyadarkanku sekarang waktu aku merenungkannya... sepanjang hari...
bagaimana aku melihat Tuhan di dalam hidupku mempengaruhi bagaimana aku melihat situasi, masalah dan kehidupanku.


  

 pagi yang indah, minggu pertama ku di tahun ini.. aku disambut oleh message from readingplan dari YouVersion. tentang Daniel. saking aku merasa aku harus belajar sesuatu dari kehidupan Daniel dan ketiga temannya dalam hal karakter/integritas. dan benar sajalah. hari itu yang kudapat, betul2 menemplak.

Do you have something you are hoping God will show up and do? Do you trust that He is good to grant that desire? Do you trust that He is also good in the “And, if not..."? 

tuh.kan. ini bukan tentang bagaimana keluar dari masalah (saja), tapi lebih bagaimana respon hati, pola pikir, dan pandanganku kepada Tuhan.



Senin pertama di tahun ini aku masih seperti biasa di toko. mengerjakan pekerjaan yang harus kulakukan. dan melanjutkan pekerjaan bersih-bersih kamar yang sudah dimulai dari kemarin. hoho. daaann aku temukan sketsa yang kubuat pas zaman kuliah dulu. tepatnya 4 tahun lalu. time flies~ sodaraaa2... ga terasa sudah hampir empat tahun juga aku pulang ke ambonn hahah..dan di tahun ini pula aku akan kembali ke surabaya untuk skul lanjut. #horee...
anyway, pesan di gambar yang kubuat ini adalah... "INGAT KASIH-NYA"
ini nyambung benar dengan gambar di bawah ini..

 

gambar di atas itu screenshot lirik lagunya Chris Tomlin ( I Lift My Hands). selama di toko di hari senin ini, aku banyak mendengarkan lagu Chris Tomlin karena lirik lagunya yang saaaaangat membantuku mengingat tentang Pribadi Tuhan. sebelumnya... aku cuman ingat ttg lagu2 yang melo karena masalah dlsb,ahaha... tapi sejak dengar lagu2nya Chris esp this one.. my FAITH ARISE!!!! thanks a lot misterrr....  dari sini aku akhirnya sadaarr.. 'FORGET' the problem, REMEMBER who God is... ingat kasih-Nya. ingat PRIBADINYA. INGAT SIAPA DIA! waktu fokus ku berganti ke betapa besar Allah yang kupercayakan hidupku ke tangan-Nya, hatiku lebih merasa damai. aku merasa lebih kuat, aku tahu semua akan baik-baik saja! #yay

di hari ini jugaa... kiriman devotional temenku juga ikut menguatkan..

God’s will for you might not always seem perfect to you. 
But through it, God is perfectly developing your character, creating
the space you need for the person that God created you to be. And
along the way, He’s putting you in position to make Him look greater
than ever before.
 
His will may not be easy, but it’s perfect for you.

how SWEET yaaaaaaa Tuhan ituuu...
keadaanku masih belum berubaahh kokk.. tapi aku bersyukur aku bisa mengalami dan mengenal Tuhann.. dan aku saaaangat menikmatiNya..
All praise to Him alone!


let faith arise!



instagram:  stepynuz

Minggu, 05 Januari 2014

Greatest Present is His Presence (Part 2) :: New Year Note

HAPPY NEW YEAR 2014!

4 hari sudah berlalu. kalo mau liat-liat gimana serunya tahun kemarin, pada akhirnya cuman bisa bilang. "Thank You God" untuk semuanya. ada perasaan yang berbeda ketika memasuki tahun ini dibandingkan tahun lalu. bersyukur untuk semua yang sudah terjadi. tidak selamanya menyenangkan. tidak selalu juga menyedihkan. tapi aku melihat karya Tuhan yang melalui semua itu membentukku.

kemarin itu coba-coba liat posting2an di tahun-tahun sebelumnya. ternyata aku begitu AROGAN. aku juga ga setuju dengan reaksiku saat itu. khususnya di postingan ku ttg E(S)MOSI. fuh. cacat juga ternyata.

tahun 2014 ini aku mulai punya harapan-harapan yang hm setidaknya lebih tertulis dan terukur dibandingkan tahun lalu. bbrp hari yang lalu juga aku sempat membaca buku catatan2 mulai dari khotbah dan refleksiku yang sempat kutulis. haru juga bacanya. ternyata apa yang ku dapat saat itu sama dan juga membantuku menghadapi beberapa hal akhir-akhir ini.

====

His Presence.

Nah. About His Presence. Hal yang sangat kusyukuri dari kehadiran-Nya adalah karena pribadi-Nya. dan itu menjanjikan bahwa aku bisa memiliki hidup yang berkarakter seperti Dia. di bumi, bukan tunggu sampai di Sorga. bagiku tahun 2014 dan tahun-tahun berikutnya adalah tahun dimana aku harus mengejar karakter Kristus. dan bukan berkat-Nya, bukan pula perbuatan-Nya semata. waktu ku renung-renungkan akhir-akhir ini.. ditambah lagi karena ada banyak pesan-pesan yang menguatkan, meneguhkan, mulai dari tengah tahun 2013 sampai akhir desember bahkan sampai 4 Januari 2014 bahwa, karakter itu hanya akan dapat dicapai ketika memiliki hubungan dengan Tuhan sendiri.

Yap, karakter memang dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan. Dari setiap pilihan-pilihan. Dan itu juga berarti berasal dari pengenalan akan Tuhan, kepercayaan kita kepada-Nya sehingga kita mau melakukan apa yang Dia inginkan. dan semuanya itu juga berasal dari hati yang mengasihi Tuhan. dari iman yang mempercayai bahwa Dia lebih dahulu mengasihi kita. saling berkaitan satu sama lain. sehingga pada akhirnya hidup kita pun membawa kemuliaan bagi-Nya.

hari ini aku bersyukur lagi.
waktu aku bilang ingin mengejar karakter-Nya, aku diingatkan Tuhan bahwa aku tidak akan bisa melakukannya tanpa kasih karunia-Nya, tanpa pertolongan-Nya. aku sampai di titik di mana aku mengaku aku capek, aku lelah. dan itu semua menunjukkan bahwa aku tidak akan mungkin mencapai itu semua dengan kekuatanku. yang harus aku lakukan adalah menerima kasih karunia-Nya. mempercayai DIa yang akan bekerja dan berkarya melalui aku. sehingga inilah yang menjadi kesimpulanku:

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. - Galatia 2:20

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." - Yeremia 9:23-24





Ada kesalahan di dalam gadget ini